HOTEL SAGITA BALIKPAPAN

BALLROOM HOTEL SAGITA

RESTAURAN HOTEL SAGITA

TERAS CHOPSTIC RESTAURAN HOTEL SAGITA

SWIMMING POOLL HOTEL SAGITA

AREA PARKIR HOTEL SAGITA

Loading...

BALIKPAPAN

Proyek SPGRM Graha Indah Hampir Rampung





Proyek pemeliharaan dan perbaikan  lingkungan kelurahan, di Kelurahan Graha Indah,  ada sebanyak 23 paket kegiatan SPGRM tahun 2014. Pelaksanaannya saat ini secara fisik sudah hampir selesai sebagaimana disampaikan oleh Lurah Graha Indah Nunung Nurjaya,S.Sos diruang kerjanya Senin  22 September 2014 kemarin. Walau demikian, pencairan dana  anggaran SPGRM kepada pihak rekanan belum dicairkan, ujar Lurah.

Lokasi Rencana Proyek SPGRM Kel Graha Indah
Lurah mengatakan, jumlah dana anggaran SPGRM dari Pemkot yang dapat diserap untuk 23 paket kegiatan di 23 lokasi RT di kelurahan Graha Indah  ini senilai Rp.298 juta. Menurut Lurah ini, ada beberapa jenis kegitan proyek SPGRM yang diusulkan oleh para Ketua RT bersama LPM, seperti semenisasi jalan/gang, pembuatan dan perbaikan drainase, perbaikan gorong-gorong, pembangunan dan perbaikan posyandu.

Pelaksanaan proyek pembangunan SPGRM di Kelurahan Grahan Indah ini boleh dibilang lebih cepat, jika dibandingkan dengan pelaksanaan kegiatan yang sama di beberapa kelurahan lain. 
Proyek Semenisasi SPGRM Kel Graha Indah
Kemudian, ketika ditanya mengenai kenapa pelaksanaan SPGRM Graha Indah ini bisa lebih cepat ?  Menurut lurah, jauh sebelumnya para ketua RT bersama LPM sudah mempersiapkan segala yang diperlukan dalam rangka untuk dapat lebih cepat melaksanakan kegiatan ini, termasuk rekanan sudah  mengajukan  usulan mereka dan siap untuk melaksanakan kegiatan tersebut, ujar lurah.

Lurah menambahkan, pelaksana proyek SPGRM yaitu disebut sebagai pihak rekanan. Rekanan dipilih dengan penunjukan langsung (PL)  dari beberapa rekanan yang mendaftar di kelurahan. Setelah mendapat rekanan terpilih sebagai pelaksana proyek yaitu sekitar bulan Juli 2014 lalu, maka setelah Idul Fitri  rekanan sudah turun kerja sehingga pelaksanaan proyek tersebut dapat lebih cepat,  ini juga karena dukungan warga setempat sehingga SPGRM dapat berjalan dengan lancar, ujar Nunung Nurjaya. 
Proyek Semenisasi SPGRM Kel graha Indah telah rampung 
Ketika ditanya mengenai tingkat swadaya warga setempat, lebih jauh lurah Graha Indah ini mengungkapkan, sampai sekarang para ketua RT sedang menyusun laporan mengenai jumlah nominal swadaya warga yang diperoleh dalam pelkasanaan SPGRM  tahun ini. Namun sebagai gambaran, diperkirakan tingkat  swadaya masyarakat/warga sekitar 20-25% dari total SPGRM Pemkot, kata Lurah. (Mg)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pelayanan KB Gratis Dalam Rangka Bhakti Sosial
Bis BKKBN Kaltim Khusus Pelayanan KB MOP 

Pelayanan akseptor KB gratis bagi warga masyarakat, kali ini dilakukan oleh Perwakilan BKKBN  Propinsi Kaltim bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. Pelayanan KB gratis selama satu hari Sabtu 13 Sept 2014. Kegiatan KB Gratis tersebut dipusatkan di Puskesmas Kecamatan Manggar Baru Kota Balikpapan.
Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Propinsi Kaltim H Yenrizal Makmur,SP,MM, kegiatan pelayanan KB gratis ini merupakan kegiatan Bhakti Sosial. Ada yang kita namakan Bhakti Sosial kepada masyarakat, ujar Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim ini. 
Menurut Yenrizal Makmur, SP,MM kegiatan pelayanan KB gratis ini juga merupakan implementasi MoU BKKBN Kaltim dengan TNI selama beberapa bulan yakni mulai bulan Mei hingga September 2014,  jadi Mou kita selama 5 (lima)  bulan untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan KB gratis kepada masyarakat. Ini juga kita lakukan dalam rangka Bhakti Sosial kepada masyarakat. Intinya, bagaimana kita menjadikan pelayanan kepada masyarakat supaya masyarakat semakin banyak peserta atau akseptor KB, tandasnya.
Menurut Yenrizal beberapa kegiatan KB gratis yang biasanya dilakukan oleh BKKBN Perwakilan Kaltim, seperti pelayanan KB perkotaan, pelayanan KB Pedesaan, Pelayanan KB bagi warga pesisir yaitu nelayan, dan pelayanan KB bagi warga masyarakat yang tinggal disepanjang pinggir Sungai, paparnya.
Salah seorang warga (kanan)  mendapat pelayanan  KB MOP
Yenrizal  menyebutkan ada beberapa jenis pelayanan alat kontrasepsi KB, bagi ibu-ibu seperti : Inplant, IUD, Suntik KB,  Pil KB. Lebih jauh Yenrizal menjelaskan inplant ini dipakai para ibu bilamana isteri dengan suami sepakat ingin jarak kelahiran anak dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun, bisa menggunakan alat kontrasepsi inplant, sarannya.  Tambahnya,  kemudian, alat kontrasepsi IUD bisa digunakan bilamana diinginkan jarak melahirkan anak yang kedua misalnya setelah lima tahun.
Sedangkan suntik KB,  itu dilakukan setiap tiga bulan, bisa dilakukan setiap tiga bulan. Secara periodic.  Ada juga mengguanakan  pil KB.  Kemudian, pelayanan KB bagi laki-laki (suami) alat kontrasepsinya yaitu kondom, dan ada juga yang dinamakan medis operasi pria (MOP). Medis operasi pria ini sifatnya parmanen.  Jika pasangan suami isteri sepakat tidak lagi menambah anak ke depan, maka dapat menggunakan medis operasi pria ini. Kita himbau juga para bapak-bapak (suami) ikutlah menjadi peserta akseptor KB, pinta Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim ini.
Disinggung mengenai adanya pelayanan KB di Puskesmas, Yenrizal mengakui pelayanan KB di Puskesmas-Puskesmas itu juga ada. Itu pelayanan statis  atau pelayanan rutin, paparnya.
Saat ditanyai oleh Majalah Borneo Online mengenai apakah pelayanan KB di Puskesmas yang dilaksanakan secara rutin juga gratis atau ada biaya administrasi ?. Kepala Perwakilan BKKBN Propinsi Kaltim H.Yenrizal Makmur, SP,MM menjawab “kita tidak tahu di Puskesmas apakah ada biaya administrasi, namun harapan kita sekarang kan sudah ada BPJS, bagi keluarga yang sudah ada kartu BPJS seyogianya kita harapkan bisa gratis karena anggaran sudah ada ditanggung oleh pemerintah”, jawabnya.
Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim ini, yang menjadi tujuan pelayanan KB bagi masyarakat yaitu untuk mendukung bagaimana masyarakat bisa hidup bahagia dan sejahtera, katanya singkat sehubungan ia bersama rombongan sudah siap-siap mau berangkat kembali ke Samarinda.
Pegawai BKKBN sedang menerima IRT minta pelayanan KB
Dari hasil kegiatan selama sehari bhakti sosial pelayanan akseptor KB gratis di Puskesmas Kecamatan Manggar Baru Balikpapan ini, Samsudin salah seorang dari Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPPKB) Kota Balikpapan sekaligus menjadi koordinator  kegiatan pelayanan KB gratis ini. Usai kegiatan pelayanan pada sore hari bertepatan Sabtu sebagai hari libur PNS, Samsudin menyebutkan data rekapitulasi peserta KB yang terjaring dalam kegiatan pelayanan KB gratis  tersebut,  bagi masing-masing jenis kontrasepsi dan pelayanan,  yakni pengguna Inplant 29 orang ibu, IUD 5 orang, Suntik KB 10 orang dan pemakai pil KB sebanyak 9 orang ibu. 
Sedangkan kalangan pria  (suami) yang datang  menjadi akseptor KB pada kegiatan tersebut, ternyata cuma 1 (satu) orang. Bapak yang menjadi akseptor KB ini meminta dirinya mendapat pelayanan MOP (medis operasi pria) setelah mereka sudah memiliki 3 (tiga) orang anak. 
Penggunaan MOB dalam KB itu berarti  mereka (suami & Isteri) sudah sepakat dan memutuskan tidak menambah anak lagi selanjutnya, karena MOP salah satu penggunaan kontrasepsi/pelayanan KB yang parmanen alias sang suami tidak dapat lagi menghasilkan sel telur untuk dibuahi.   (Pasaribu)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Gn Bahagia 25 Paket, Gn Sari Ulu 11 Paket SPGRM Disetujui Dari 20 Usulan dan  Margasari 12 Paket

Program pemeliharaan dan perbaikan lingkungan kelurahan Kota Balikpapan tahun 2014 ini, khusus di Kelurahan Gn Bahagia ada 25 usulan SPGRM.  Dengan demikian dari 50 RT Kelurahan Gn Bahagia, ada 25 paket usulan SPGRM.

Beberapa usulan pembangunan SPGRM kelurahan Gn Bahagia disampaikan Lurah Gunung Bahagia Riduan, SE, MSi yaitu kegiatan pembangunan semenisasi jalan/gang, drainase, siring  pembangunan pos yandu.  “Ini kan baru dropping material bahan bangunan. Sudah ada dibeberapa RT kita dropping.  Pelaksanaannya akan kita mulai minggu yang akan datang. Diupayakan paling lama bulan  25 Nopember sudah rampung”, paparnya. Lebih jauh Riduan Lurah Gn Bahagia ini menyampaikan, anggaran SPGRM ini sifatnya stimulant, ibaratnya pemancing swadaya, dengan harapan Pemkot swadaya warga jauh lebih tinggi dari luncuran anggaran SPGRM Pemkot tersebut. Ia juga menyampaikan swadaya warga saat ini belum dapat dihitung seberapa besar tingkat swadaya masyarakat setempat. Biasanya swadaya warga bisa diketahui dan dihitung ketika kegiatan SPGRM sudah terlaksana, ungkapnya.

Sedangkan, Kelurahan Gunung Sari Ulu Kecamatan Balikpapan Tengah, dari jumlah 38 Rukun Tetangga (RT) yang ada,  sebanyak 20 RT yang usul SPGRM. Namun, berdasarkan hasil seleksi,  ada 11 RT saja yang telah disetujui oleh kelurahan. Beberapa kegiatan pembangunan program SPGRM di kelurahan ini yang telah disetujui ini, diupayakan dalam waktu tidak lama dapat dilaksanakan yakni kegiatan semenisasi, perbaikan drainase dan pembangunan pos yandu.

Hal ini terungkap saat Majalah Borneo Online  menemui Kasi Pembangunan Kelurahan Gn Sari Ulu ibu Tulus Widaryuni di kantornya, Rabu  10 Sept 2014. Tambahnya, pembangunan pos yandu ada dua paket. Pembangunan pos yandu ini merupakan pembangunan lanjutan tahun lalu. Selebihnya yaitu pembangunan semenisasi jalan dan gang.

Menurut Kasi Pembangunan ini, teknis penggelontoran dana SPGRM kali ini dengan cara penunjukan langsung (PL) kepada rekanan karena nominal anggaran rata-rata dibawah 20 juta rupiah. Tambah Tulus Widaryuni mengenai  besarnya swadaya warga kita belum tahu seluruhnya karena diurusi  langsung oleh Ketua RT, ujarnya.

Dari keseluruhan usulan RT bersama LPM ini, pihak kelurahan sudah meninjau ke lapangan lokasi-lokasi rencana pembangunan SPGRM. Peninjauan dilakukan sebagai bahan pertimbangan seleksi untuk disetujui kelurahan dengan skala prioritas.  Karena sudah mendapat persetujuan, selanjutnya pada bulan Oktober 2014 yang akan datang sudah dropping bahan material bangunan ke RT masing-masing penerima SPGRM, papar ibu Tulus.

Ketika ditanya, Tulus Widaryuni ini mengutarakan swadaya warga dapat dikategorikan cukup tinggi. Dari beberapa tempat  yang menjadi lokasi penerima SPGRM,   swadaya warga yang paling tinggi menurutnya terdapat di RT 02 dan RT 12. Selain swadaya warga tinggi, juga lingkungan RT ini bersih, ungkap Kasi Pembangunan ini.
Tak jauh beda halnya program SPGRM di Kelurahan Margasari Kecamatan Balikpapan Barat ini.  Namun Kelurahan Margasari yang memiliki komplek pemukiman warga tertata diatas air laut ini, pelaksanaan distribusi/dropping bahan material bangunan  oleh Kelurahan Margasari ternyata dapat lebih awal dari Kelurahan Gn Sari Ulu.  Pasalnya, minggu depan distribusi/dropping bahan material bangunan sudah dilakukan ke RT penerima SPGRM.
Lebih jauh Kusnano mengutarakan,  Kelurahan Margasari ini yang memiliki 32 jumlah RT, ada 12 RT yang akan menerima SPGRM yang telah disetujui. Menurut  Lurah  Margasari  Kusnano pelaksanaan kegiatan SPGRM di kelurahannya sedang  dalam tahap rencana distribusi/dropping bahan material bangunan ke setiap RT penerima SPGRM. Distribusi bahan material ini dikatakan Lurah “minggu depan Insya Allah sudah kita lakukan, paling tidak hari Selasa sudah dropping material”, paparnya.
Tambah Kusnano, teknis pelaksanaan kegiatan SPGRM ini dilakukan 2 (dua) termin, untuk termin pertama kita lakukan bagi 8 (delapan) RT, sedangkan sistem luncuran anggaran dalam bentuk material kepada rekanan dengan cara penunjukan langsung.
Namun penunjukan rekanan ini dilakukan oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) tanpa intervensi Lurah. Kusnano mengatakan “penunjukan langsung itu wewenang Ketua LPM, jika LPM punya kolega (rekanan-red) silahkan, lurah tidak ikut urusi (intervensi)”, katanya. Saat itu, Lurah Kusnano mencoba menghubungi Ketua LPM untuk berkomunikasi via hand phone terkait minta informasi lebih jauh terkait dengan rekanan pelaksana lapangan kegiatan SPGRM, namun saat itu juga Lurah tidak mendapat jawaban komunikasi karena sesuatu hal.
Kemudian menurut Lurah, jenis kegiatan SPGRM yaitu pembangunan semenisasi jalan/gang termasuk semenisasi pemukiman diatas air, perbaikan jembatan kayu dan pembangunanp pos yandu, Selanjutnya, ketika ditanya tentang swadaya warga, Lurah mengatakan tingkat partisipasi warga yaitu swadaya warga setempat, yah boleh  dibilang masuk dalam kategori sedang, ungkap Kusnano. (Mg)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Disperindagkop Kota Balikpapan 
Lakukan Kegiatan Tera Timbangan

Pegawai Disperindagkop data timbangan untuk di tera
Untuk menstandarisasi akurasi satuan alat ukur timbangan milik para pedagang Kota Balikpapan, tera terhadap timbangan milik para pedagang dilaksanakan diberbagai tempat oleh Disperindagkop Balikpapan bekerjasama dengan Disperindagkop Propinsi Kaltim.



Salah satunya lokasi yang menjadi tempat kegiatan peneraan timbangan-timbangan pedagang tersebut, mengambil tempat di depan kantor Kelurahan Karang Jati Kecamatan Balikpapan Tengah pada hari Rabu 02/09/14.



Kepala sidang dalam kegiatan tera timbangan Bapak B.Gultom yang ditemui Majalah Borneo Online di tempat pelaksanaan kegiatan ini mengatakan, kegiatan tera timbangan ini mereka lakukan secara rutin setiap tahun.


B.Gultom (paling kanan) Sedang  Uji Akurasi Timbangan

Gultom menyampaikan, kegiatan tera timbangan ini sudah merupakan kegiatan rutin Disperindagkop setiap tahun. Lanjutnya, dalam setahun kita bisa lakukan secara periodik dua kali diberbagai lokasi seperti di lokasi pasar-pasar, di lokasi yang banyak pedagang dan kantor pengusaha yang banyak menggunakan alat ukur timbangan.



Gultom menambahkan, kegiatan tera timbangan yang berada di depan Kantor Lurah Karang Jati Jl. A Yani Balikpapan ini sudah menjalani hari ke tiga. Sebelumnya kita sudah melakukan kegiatan yang sama di Pasar Pandansari, Pasar Klandasan, Pasar Baru, Pasar Sepinggan, Pasar Manggar, sebut Gultom. Sambung Gultom,  jadi tera timbangan milik para pedagang Kota Balikpapan ini boleh dikatakan sebagian besar sudah kita tera, sebutnya, yang juga diakui oleh bawahannya yang sedang berada disamping Gultom.



Ketika Majalah Borneo Online menanyakan apa saja yang menyebabkan alat ukur timbangan bisa berubah dari ukuran standar yang telah ditentukan, Gultom menyebutkan ada beberapa penyebab seperti alat ukur yang kotor, alat ukur haus, alat ukur rusak karena berbagai penyebab. Maka melalui kegiatan tera timbangan ini, alat ukur timbangan para pedagang dan pengusaha ini kembali kita standarisasikan sehingga timbangan menjadi alat ukur yang tepat dan akurat dapat digunakan.

 
Teknisi Disperindagkop perbaiki timbangan non-standar

Ditanya soal apakah Disperindagkop pernah menemukan timbangan pedagang yang sengaja direkayasa sihingga alat ukur timbangan tersebut tidak akurat lagi dengan motivasi agar lebih menguntungkan bagi pedagang, Gultom mengakui beberapa tahun lalu pihak Disperindagkop pernah menemukan hal seperti itu.



Sambung Gultom, salah satu tindakan yang dapat segera diambil oleh Disperindagkop jika menemukan timbangan yang direkayasa yaitu timbangan tersebut langsung disita alias tidak boleh dipergunakan lagi.



Sedangkan tindakan selanjutnya kita lakukan himbauan dan teguran sekaligus sosialisasi peraturan-peraturan dan ranah hukum yang berhubungan dengan perbuatan mereka. Namun, temuan itu tidak berada di Kota Balikpapan dan itu juga terjadi sudah beberapa tahun lalu, ungkap Gultom. (Mgdr)
 
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SPGRM Kelurahan Gn Sari Ilir 90 Persen
Kelurahan Karang Jati Masih Sebagian Kecil

Suhaimi Kasi Pembangunan Kel Gn Sari Ilir
Proyek Stimulan Partisipasi Gotong Royong Masyarakat (SPGRM) yang berada di Kelurahan Gn Sari Ilir Kec Balikpapan Tengah,  ada 18 paket usulan para RT. Jenis usulan proyek SPGRM menurut Lurah Suparli,  yang disampaikan oleh Kasi Pembangunan Suhaimi (01/09/14) yaitu pembangunan semenisasi jalan atau gang, drainase, siring, pos yandu, MCK,  dan beberapa paket proyek yang lain.
Namun dari sejumlah paket proyek SPGRM tersebut, sebut Suhaimi,  usulan para ketua RT paling banyak proyek semenisasi. Suhaimi melanjutkan, total nominal SPGRM yang bisa diserap tahun anggaran 2014 ini sebesar Rp.198 juta. Dengan demikian, rata-rata per paket berkisar diatas 5 juta rupiah, hingga terbesar dibawah 20 juta rupiah, ujarnya.
Menurut Suhaimi, dari jumlah 18 paket proyek SPGRM Kelurahan Gn Sari Ilir, yang telah diserap alias sudah terlaksana telah capai 90 persen. Hal ini juga diakui oleh Ketua LPM setempat  Jayadi ketika diklarifikasi oleh oleh Kasi Pembangunan Suhaimi via hand phone dari ruang kerja Lurah Gn Sari Ilir. Dalam kesempatan yang sama, Lurah Gn sari Ilir Suparli lebih jauh mengatakan proyek SPGRM ini,  kita upayakan dapat dilaksanakan lebih cepat, tambahnya. 

Proyek Semenisasi Jalan/Gang Program SPGRM Kelurahan Gn Sari Ilir 
Salah satu paket proyek SPGRM yang telah rampung dilaksanakan yaitu proyek smenisasi sekaligus perbaikan drainase yang berada di RT 23.  Termasuk salah satu paket yaitu proyek pembangunan semenisasi jalan/gang yang berada di RT 16 sudah selesai dikerjakan. Berdasarkan laporan Ketua LPM setempat, diutarakan Suhaimi tinggal proyek di RT 22 saja yang belum selesai dikerjakan, paparnya.
Kemudian, ketika ditanya tentang bagaimana tingkat swadaya gotong royong masyarakat setempat, menurut  Suhaimi swadaya warga diupayakan dapat berimbang atau dapat dikatakan kategori sehatlah, ujarnya.
Beda halnya SPGRM di Kelurahan Karang Jati Kec Balikpapan Tengah ini.  Dari 40 RT di Kelurahan Karang Jati,  ada 21 paket usulan RT yang ada di kelurahan tersebut. Dari 21 paket diusulkan, baru sebagaian kecil yang telah terlaksana,  dan sebagian juga sedang dikerjakan. Sementara,  sebagaian besar lagi dalam tahap melengkapi data dan verifikasi data usulan. Tak lama dalam waktu dekat sudah bisa dilaksanakan, papar Rusmi Kasi Pembangunan.                                       
SPGRM di Kelurahan Karang Jati yang diusulkan oleh warga melaui RT masing-masing yaitu pembangunan semenisasi jalan, renovasi jembatan, perbaikan drainase, pembangunan pos yandu, pengadaan bak sampah dan pembangunan siring, sebagaimana disampaikan oleh Rusmi selaku Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Kelurahan Karang Jati, Senin  01 September 2014.
Menurut ibu Rusmi besar anggaran yang dikeluarkan untuk setiap paket pekerjaan, berada dibawah Rp 20 juta yaitu berkisar mulai dari 3-7 juta rupiah hingga  ada juga satu paket sebesar 13 juta rupiah. Rusmi menambahkan saat ini sebagian kecil sudah selesai dan ada juga dalam tahap dikerjakanan. 
Sebagian lagi saat ini sedang dalam tahap penyelesaian seperti renovasi jembatan yang berada di lingkungan RT 40, semenisasi Gang di RT 32 termasuk sedang dikerjakan di RT 33 tak lama segera rampung, papar ibu Kasi Pembangunan ini.
Menurut Ibu Rusmi, kendala yang dihadapi biasanya bilamana pada saat pengerjaan proyek SPGRM ini hujan turun, maka proyek harus dihentikan sementara. Bahkan bila sering turun hujan proyek bisa molor dari waktu yang ditentukan.
Ditanya tentang tingkat swadaya warga, Rusmi mengungkapkan sampai saat ini kami belum mengetahui seberapa besar swadaya warga jika dihitung secara nominal. Menurut ibu Rusmi pihaknya belum sempat menghitung-hitung seberapa besar nilai nominal yang berasal dari warga. Ia mengakui bulan lalu banyak kegiatan kelurahan secara bersamaan sehingga memerlukan waktu yang lebih panjang menyelesaikan paket SPGRM ke depan.   (P1000)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kucuran Anggaran SPGRM 
Berupa Material Bangunan


Sumur Bor Bantuan Program PKPS-BBM 2005
Stimulasi  dan Partisipasi Gotong Royong Masyarakat (SPGRM) sebagai bentuk program  perbaikan dan pemeliharaan sarana lingkungan kelurahan,  atau  dulu disebut Dana Pemeliharaan dan Perbaikan Lingkungan Kelurahan (DP2LK), yang dianggarkan oleh Pemkot Balikpapan ke setiap kelurahan, penyalurannya saat ini sedang berjalan. DP2LK sejak diubah namanya menjadi SPGRM,  diketahui penyerahan anggaran tersebut oleh Pemkot melalui Kelurahan ke setiap RT, bukan lagi dalam bentuk dana, melainkan bentuk  material bangunan yang dibutuhkan untuk perbaikan sarana dan fasilitas di wilayah kelurahan.
Seiring dengan pelaksanaan SPGRM di setiap kelurahan, salah satu kelurahan Prapatan yang dikunjungi oleh media Majalah Borneo Online baru-baru ini, diketahui SPGRM di Kelurahan Prapatan ini, kegiatan pembangunan atau perbaikan sarana dan fasilitas yang diusulkan oleh ketua RT ke Kelurahan, saat ini sedang dalam proses pelkasanaan. Bahkan sudah ada kegiatan yang telah dikerjakan, alias rampung.
Sumur Pompa Tambahan dari Anggaran SPGRM 2014
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Prapatan,  saat ditemui oleh Majalah Borneo Online mengatakan, beberapa kegiatan SPGRM tahun 2014 sedang kita laksanakan.  Miftah, panggilan akrab ketua LPM ini menambahkan salah satu kegiatan SPGRM 2014 yang sudah terealisasi yaitu pembangunan satu unit sumur bor di RT.14 dan pembangunan pagar Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Pelita I (satu)  Prapatan Luar Kelurahan Prapatan Balikpapan.
Bangunan Pagar Tambahan TK PELITA I 
dari Anggaran SPGRM 2014
Menurut Miftah, penambahan satu unit sumur bor di RT 14, dibangun lewat SPGRM anggaran tahun 2014. Pembangunan sumur bor ini dapat terlaksana, awalnya  atas permohonan warga setempat bersama LPM ke kelurahan. Sebenarnya, tambah Miftah, di RT.14  sudah ada dua unit sumur bor bantuan pemerintah melalui program PKPS-BBM tahun 2005 silam. Tetapi semakin sulitnya pompa PDAM mengalirkan air ke warga RT 14  karena banyak rumah warga berada didaerah perbukitan ini,  serta masih terbatasnya kapasitas dua unit pompa air sumur bor tersebut,  warga usulkan kembali ke Pemkot lewat SPGRM yang ada di Kelurahan. Saat ini sudah tambah satu unit pompa air di RT 14 bersumber dari anggaran SPGRM, ujarnya.
Ketua LPM ini lebih lebar mengatarakan, pada tahun 2005, di beberapa RT wilayah Pelayaran Kelurahan Prapatan ,  ada 7 (tujuh) unit terbangun sumur bor bantuan program PKPS-BBM dari pemerintah. Namun dari ke tujuh unit tersebut, diakui saat ini ada yang tidak lagi bisa dioperasikan karena rusak. Saat pengadan dan pembangunan ketujuh sumur bor bantuan PKPS-BBM itu, saya juga termasuk  pelaksana pembangunan sumur bor tersebut, ungkap Miftah. 
Sumur Bor Bantuan Pemerintah 
lewat Program PKPS-BBM 2005
Ia mengatakan,  SPGRM kucuran tahun 2014 lainnya yang telah  terlaksana  yaitu pembangunan pagar sekolah TK Pelita satu, berada di Prapatan luar.  Menurut Ketua LPM Miftah ini, bangunan pagar sekolah TK Pelita I dibangun dengan cara menambah ketinggian pagar sekolah dari dua meter menjadi empat meter. Ini sudah selesai dikerjakan, ujar Miftah.
Bendahara Yayasan TK Pelita I ibu Sulistiyowati, juga ditemui Majalah Borneo Online  di sekolah TK Pelita I ini mengakui,  bangunan tambahan pagar sekolah mereka anggaran berasal dari bantuan SPGRM Kelurahan Prapatan. Bantuan dari SPGRM ini dijelaskan oleh Sulistiyowati mereka terima dalam bentuk bahan atau material bangunan. Ia juga mengatakan, karena bantuan SPGRM juga terbatas,  sebagian dana untuk penyelesaan pagar sekolah, mereka ambil dari dana yayasan seperti ongkos bayar tukang, beli baut-baut dan lainnya, ungkapnya.
Sulistiyowati juga mengutarakan, terealisasinya penambahan tinggi bangunan pagar sekolah mereka ini, pihaknya masih membutuhkan dana tambahan lagi, yang akan dipergunakan untuk pengecatan pagar sekolah  sehingga sekolah terlihat lebih rapi, serasi dan lebih indah mengingat bangunan pagar asal sekolah (pagar lama yaitu 2m kebawah-red) belum lama juga di cat. Tampak memang, seluruh dinding bangunan sekolah dan pagar asal TK Pelita Satu ini,  layaknya baru saja dipoles dan di cat kembali. Saat ini, bangunan TK Pelita I ini pun terlihat lebih cantik apalagi dipadu dengan warna orange dan biru tua.  (P1000)
--------------------------------------------------------------------------------------------
KRB Dikelola Baik
Memberi Kontribusi Besar

 Menteri Kehutanan
menyampaikan kata sambutan





Pesan Menteri Kehutanan: “Tugas Walikota  mendorong setiap masyarakat untuk menjaga keberadaan luas ruang terbuka hijau, kebun raya  menjadi tempat berkembangnya  ekonomi masyarakat,  tempat penelitian dan konservasi”

Kebun Raya Balikpapan (KRB) yang  berada di daerah hutan lindung Sungai Wain yang luasnya hanya 10 ribu hektar  lebih, saya lihat, kata menteri,  terjaga dengan baik. Menteri mengungkapkan, yang paling bertanggungjawab mengenai hutan lindung dan kebun raya adalah Walikota maupun Bupati.  Ia mengatakan, sepuluh ribu hektar  hutan lindung Sungai Wain ini menjadi sumber mata air. Kalau ini punah akan terancam sumber air bersih, karena sumber air sangat penting sekali. Sama halnya dengan Jakarta, sumber air Jakarta dan sekitarnya berasal dari hutan lindung Gunung Gede Pangrangau. Jika Pangrangau terancam maka Jakarta akan kesulitan sumber air bersih, kata menteri.
Taman Pintu Gerbang 
Kebun Raya Balikpapan
Menurut Menteri Kehutanan Zukifli Hasan, fungsi kebun raya, pertama kebun raya merupakan sumber air. Menteri menegaskan, Kebun Raya Balikpapan luasnya sekitar 300 hektar, oleh sebab itu kalau dikelola dengan baik akan sangat menguntungkan. Bagaimana kebun raya ditata dan dikelola supaya menarik sehingga orang yang datang berkunjung ke KRB bisa rileks dan santai menikmati keindahan alam kebun raya, tetapi mereka bayar sehingga bisa memberi kontribusi yang besar, kata menteri memberi motivasi kepada setiap kepala daerah yang hadir.
Menteri kehutanan ini seraya mencontohkan, Gardens by The Bay di Singapura luasnya hanya 100 hektar,  dibikin jadi kota seperti kebun raya. Gardens by The Bay sangat bagus, ditata sedemikian rupa dan dikelola dengan baik oleh mereka. Lanjut menteri by The Bay dimulai dari nol yaitu dimana tanaman yang ada di kebun raya by The Bay itu ditanam dari awal. Beda dengan kebun raya di Indonesia yang tanamannya sudah ada sebelumnya. Bahkan menurut menteri, ia melihat sendiri segala rupa tumbuhan bisa ditemui disana.  
Gedung central informasi KRB
Masih menurut menteri, yang paling mengherankan, seluruh jenis tanaman Kalimantan ada di kebun raya by The Bay Singapura, termasuk tanaman anggrek dan tanaman obat-obatan. Saya tidak tahu bagaimana cara mereka (Singapura) mengambil dari Indonesia,  tanaman kita pindah kesana, katanya melihat kenyataan dan keindahan atas pengelolaan kebun Raya by The Bay Singapura tersebut.
Lebih jauh diutarakan menteri kehutanan, Bay The Bay menjadi sumber pendapatan Singapura. Dapat menghasilkan diatas  1 (satu) triliun rupiah setahun, karena  dikunjungi wisatawan 100.000 orang lebih setiap tahunnya.
Taman Uli KRB
Menurut menteri kehutanan, fungsi kedua dari Kebun Raya Balikpapan ini merupakan benteng terakhir untuk pendidikan dan edukasi, sekaligus mempertahankan dan melestarikan terjaganya jenis tanaman asli Kalimantan Timur merupakan kekayaan alam Indonesia. Di KRB misalnya ada tanaman asli Kalimantan seperti kayu bengkirai, tanaman bunga anggrek, dan lainnya.   Lebih spesifik menteri kehutanan ini mengatakan, masing-masing kebun raya memiliki ciri khas yang berbeda. Sebagai contoh hutan lindung Kayan Mentarang dengan hutan Lindung Bukit Bangkirai berbeda ekosistem yang ada didalamnya, walaupun keduanya berada di wilayah Kalimantan Timur, papar menteri.
Lanjutnya, ekosistim di kebun raya  Gunung Berapi  misalnya berbeda dengan ekosistim di Gunung Bromo atau kebun raya Pangrango dengan  Kebun Raya Bali, ekosistimnya juga berbeda. Jadi masing-masing kebun raya itu berbeda ekosistemya, ujarnya.  Hal ini juga diakui oleh Ketua Lembaga Ilmu Pengethuan Indonesia (LIPI) sebelumnya ketika menyampaikan kata sambutannya.
Belian Park  KRB
Tugas kita selanjutnya,  pesan menteri kehutanan yang ditujukan kepada para Gubernur, Walikota/Bupati bagaimana menumbuhkan kesadaran seluruh komponen masyarakat untuk memperluas dan melestarikan ruang terbuka hijau. Khususnya di Kota Balikpapan menjadikan kebun raya sebagai ruang terbuka hijau menjadi  tempat rekreasi, tempat mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat; menumbuhkan dan mendorong sinergi kebun raya menjadi tempat penelitian, konservasi  sumber daya alam oleh LIPI, universitas, sipil  secara nasional dan internasional.
Salah satu fasilitas
rekreasi wisata di KRB
Menteri juga menyampaikan, Kota Balikpapan berbeda jauh dengan Kota Samarinda. Balikpapan jauh beda dengan Samarinda karena Kota Samarinda sekelilingnya ditambang batubara. Pada kesempatan ini, menteri meminta kepada Walikota Balikpapan agar tetap mempertahankan tidak diberikan izin pertambangan di wilayah Balikpapan. Karena menurut menteri jika wilayah Balikpapan ditambang, nanti masalah akan timbul seperti banjir. Pengusaha bisa saja hanya tinggal di Balikpapan sementara, ketika terjadi masalah pengusaha tambang bisa kabur dari Balikpapan, mereka sudah kaya, Walikota yang menanggung masalahnya, papar menteri menteri mengakhiri kata sambutannya dan selanjutnya meresmikan Kebun Raya Balikpapan yang dihadiri pejabat Kalimantan tersebut selain 3 menteri dan Kepala LIPI. (P1000)
--------------------------------------------
Beberapa Usulan Daerah Kaltim 
Disetujui Menteri Kehutanan
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan
saat Peresmian KRB

Usai peresmian Kebun Raya Balikpapan (KRB) oleh Menteri Kehutanan H Zulkifli Hasan tak luput dari kejaran para wartawan untuk konferensi pers. Disela-sela akan dilakukan penekanan tombol oleh menteri kehutanan bersama-sama dengan menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, menteri Lingkungan Hidup Prof Dr Balthasar Kambuaya dan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Lukman Hakim, sebagai bukti pembukaan resmi KRB bagi khalayak umum, para wartawan langsung mengelilingi menteri bersiap minta konferensi pers.

Selesai  penandatangan prasasti KRB oleh 3 (tiga) menteri bersama  Kepala LIPI dan juga Gubernur, menteri Kehutanan H Zulkifli Hasan lebih dulu meminta untuk konferensi pers sebelum dilakukan penanaman pohon. 
Dalam konferensi pers tersebut, ketika ditanyakan oleh wartawan mengenai akan terjadi kemarau di tahun 2014 ini dikhawatirkan terjadi kebakaran hutan dan lahan gambut di Kalimantan , pak menteri kehutanan mengatakan “ mengenai kebakaran kita betul-betul harus siaga  sekarang ini karena mau terjadi elnino. Itu diperkirakan akan terjadi nanti September, Nopember, Desember akan terjadi kemarau panjang, sebagaimana pengalaman kita itu terjadi tahun 1997,  seperti ini juga kita siaga. Saat itu terjadinya kemarau dan kebakaran hutan dan gambut di Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Mencegah itu jauh lebih baik. Tapi di Kalimantan Timur memang tidak ada, (maksud menteri kebakaran hutan dan gambut) itu tidak ada, ujar menteri.

Yang ada sekarang ini  kemarau (kebakaran hutan dan gambut) terjadi, di Riau nomor  satu, yang kedua Kalimantan Barat. Saya beberapa kali sudah kesana (Riau). Kita sudah siapkan disana ada 8 heli dan ada 2 helikopter bom air. Mudah-mudahan kita bisa mengatasi.  mudah-mudahanlah, harap menteri.  Menurut menteri, karena jika sudah terjadi kebakaran gambut terlalu dalam, sulit diatasi. Bisa kebakaran gambut kedalamannya mulai dari 2 meter sampai tiga meter, jadi sulit dipadamkan, ujarnya. 
Pada kesempatan yang sama, wartawan juga minta pendapat menteri kehutanan tentang usulan perluasan hutan lindung oleh daerah.  Menurut menteri kehutanan, usulan perluasan hutan lindung oleh daerah bisa disetujui. Namun, menteri mengutarakan kita lihat dulu kepentingan perluasan hutan lindungnya, jika daerahnya bagus dan kepentingannya lebih luas, boleh, jawab menteri. 
Selanjutnya ketika disinggung mengenai usulan tentang izin persetujuan perluasan hutan lindung Sungai Wain, itu sudah, jawab menteri singkat. Sambungnya, termasuk ada satu lagi usulan Gubernur Kaltim yaitu  hutan lindung Wahya, saya sudah setujui. Saya ingat masalah tata ruang sudah selesai, dan kita sudah setujui sehingga menteri Pekerjaan Umum bisa membangun tol, bisa bangun jalan, katanya.

Menteri PU Djoko Kirmantao 
saat penenam pohon di KRB
Dalam konferensi pers tersebut juga menteri lebih menegaskan, “saya pastikan pak gubernur (maksud meneteri Gubernur Kaltim H Awang Farok) sudah bisa bekerja. Mau tender, mau bangun jalan tol, silahkan karena tata ruangnya sudah selesai, kita sudah setujui dan DPR-RI juga sudah setuju,  jadi tidak ada masalah lagi,  ujar menteri. Saat itu juga gubernur Kaltim yang sedang  berada disamping kiri menteri kehutanan seraya melontarkan “kita sudah tender sekarang pak”, kata Awang Farouk.

Menurut menteri kehutanan dalam waktu bulan ini itu sudah selesai. Kalau naik pangkat itu cepat, dari hutan produksi menjadi hutan lindung itu cepat. Yang lama itu dari hutan lindung menjadi APL,  itu  yang susah dan harus lama mendapat persetujuan dari DPR-RI, ujar menteri Kehutanan.
Dalam kesempatan ini, menteri Pekerjaan Umum  yang juga sedang berada disebelah kanan menteri kehutanan, juga mengiyakan tentang usulan perubahan hutan produksi menjadi hutan lindung tidaklah sulit. Bahkan menteri PU saat itu juga melontarkan spontan “itu tidak perlu dipirkan’ ujar menteri pekerjaan umum singkat. (P1000)
------------------------------------------------------------------------ 
Kompos “Takakura” SMAN 9 Ke Depan Akan Dijual
Mengikuti Permintaan Masyarakat

Pupuk kompos “Takakura”  produksi siswa-siswi  SMAN 9 Kota Balikpapan,  ikut dipamerkan pada acara peresmian sekaligus pembukaan Kebun Raya Balikpapan (KRB).  Dalam momen peresmian dan pembukaan KRB  oleh Menteri Kehutanan pada 20 Agustus 2014, SMAN 9 mengambil tempat stand pameran disebelah sisi kiri gedung pusat informasi (central information) KRB, juga  beberapa stand home industry (industry rumah-tangga) usaha mikro Kota Balikpapan ambil bagian pameran di KRB.
Untuk memperkenalkan pupuk kompos “Takakura” kepada khalayak ramai yaitu para tamu undangan  pada peresmian KRB, paling sedikit ada 5 orang siswa-siswi SMAN 9 selalu siap melayani para tamu yang bermaksud untuk mengetahui dan mendalami proses pembuatan pupuk kompos Takakura,  yang awalnya temuan orang Jepang tersebut.
Menurut para siswa SMAN 9 yang setia menjaga stand pameran untuk memperkenalkan kompos Takakura ini, proses pembuatan Takakura paling cepat selama 1 bulan. Siswa ini mengutarakan ada 12 alat dan bahan pembuatan pupuk kompos Takakura. Selain bahan-bahannya terdiri dari benda padat seperti sekam, dedak, gula merah dan potongan sisa sayuran, juga bahannya terdiri dari zat cair yang mereka sebut starter. Starter ini mereka olah dari zat padat menjadi cair prosesnya memakan waktu selama satu minggu.  Ada juga mereka sebut bibit, saat pameran bibit yang dimaksud mereka kemas dalam stoples.
Pameran kompos “Takakura” produksi siswa-siswi SMAN 9 ini hanya dilakukan satu hari saja di lokasi KRB sehubungan kegiatan rutin siswa-siswi ini  sehari-hari harus hadir menuntut ilmu pengetahuan di sekolah. Untuk itu,  para siswa-siswi ini mengaku bagi  setiap orang yang ingin lebih mendalami informasi tentang proses pembuatan maupun manfaat kompos Takakura, mereka siap melayani para tamu, termasuk melayani pembelian Takakura SMAN 9 ke depannya. Hal ini juga diakui oleh  Wakil Kepala Sekolah Bapak Galatia yang dikonfirmasi per telepon oleh Majalah Borneo Online.  
Menurut Wakasek Galatia putra daerah asli Kaltim ini, kompos Takakura sementara ini pihaknya sudah menggunakannya di areal taman-taman pekarangan SMAN 9. Dari kunjungan Majalah Borneo Online, di pekarangan terdepan sebelah kanan SMAN 9 ini, memang langsung dapat kita lihat tanaman obat-obatan tradisional karya siswa SMAN 9.
Bagi warga masyarakat yang sangat antusias mengelola kebun sekitar pekarangan rumah, kebun kebun sayuran-mayur dan buah-buahan, tanaman obat skala kecil karena lahan terbatas, sangat cocok didukung pupuk kompos Takakura buatan siswa SMAN 9 ini, karena Takakura mereka sudah melalui penelitian laboratorium.

Bahkan para warga yang ingin membeli kompos Takakura di SMAN 9 yang berada di Km 16 Jl.Soekarno Hatta ini, akan mendapatkan informasi lebih luas tentang berbagai jenis unsur vitamin tumbuhan dikandung oleh Takakura. Hingga informasi mengenai kompos Takakura paling cocok digunakan untuk tanaman tumbuhan apa saja, semuanya ada di SMAN 9 Balikapapan. 
Lebih jauh Galatia mengutarakan, ke depan, SMAN 9 rencananya akan terus memproduksi  kompos Takakura dalam jumlah banyak mengikuti permintaan masayrakat, selain itu mereka manfaatkan sendiri dalam upaya mendukung sukseskan visi SMAN 9 yang berwawasan “botanical garden schooll”. Ia juga mengakui keberhasilan sekolahnya dalam mensukseskan visi botanical garden schooll ini ke depan, harapan mereka tak lepas dari dukungan pihak terkait pemerintah Kota Balikpapan hingga pihak kementerian terkait maupun dukungan pihak luar, ungkap Galatia.  (P1000)
-----------------------------------------------------------------------------------------------
POLRI KEMBALI DIMINTA 
IKUT PULIHKAN KEAMANAN DI SUDAN

Lembaga Kepolisian RI, diminta lagi oleh pihak internasional/PBB ikut dalam memulihkan dan meningkatkan keamanan di Sudan. Pasukan Tim Garuda Bhayangkara dari satuan Polri yang dikirim oleh Indonesia ke Sudan atas permintaan negara-negara luar (internasional) untuk ikut serta memulihkan dan meningkatkan keamanan atas pergolakan selama ini di Sudan. Misi perdamaian Pasukan Tim Garuda Bhayangkara ke berbagai Negara sejak tahun 2000 hingga saat ini, tentu ini sejarah bagi Lembaga Kepolisian RI terus mendapat kepercayaan yang tinggi dari negara-negara dunia internasional dalam tugas misi perdamaian dunia. Polri dianggap mampu berperan aktif untuk ikut memulihkan dan meningkatkan keamanan di negara asing seperti Sudan, Bosnia, Afganistan, Afrika, Haiti, Somalia dan beberapa negara lainnya selama ini.
Pasukan Tim Garuda Bhayangkara Polri yang dikirim kembali pada bulan Agustu 2014 ke Sudan, menurut H Andi Agoes, bagi Indonesia kepercayaan ini bukanlah hal yang gampang bisa diraih oleh Kepolisian RI, jika lembaga kepolisian dinilai pihak luar kinerjanya selama ini tidak semakin professional. Menurutnya, lembaga kepolisisan saat ini, juga telah dipandang oleh pihak negara luar semakin aktif dan serius dalam berbagai tindakan kejahatan lintas internasional sehingga dianggap semakin profesional, tambahnya.
H Andi Agoes saat ditemui Majalah Borneo Online, saat itu ia yang terlihat cukup lelah berhubung baru tiba dari Jakarta dalam rangka menghadiri sidang di Mahkamah Konsitusi (MK) atas perkara hasil Pilpres gugatan kubu Prabowo-Hatta Rajasa, walau demikian ia masih bersedia ditemui di rumahnya untuk diwawancarai.
Dalam kesempatan yang sama, Andi Agoes lebih jauh mengutarakan, Polri yang sampai saat ini mendapat kepercayaan dari PBB memberi bukti bahwa lembaga Kepolisian RI saat ini semakin dipercaya karena berhasil menindak beberapa kejahatan lintas Negara.
Andi Agoes lebih rinci mengungkapkan, beberapa prestasi kinerja Kepolisian  Republik Indonesia beberapa tahun belakangan ini sehingga Polri semakin dipercaya dalam misi perdamaian dunia melalui organisasi internasional PBB. Menurutnya beberapa prestasi kinerja Polri yang juga menjadi pertimbangan penilaian Negara asing dalam lembaga internasional PBB, Polri yang semakin professional dalam tugasnya, termasuk dalam kinerja Polri menindak beberapa kejahatan lintas internasional.
Andi Agoes Y,SH Tokoh Masayarakat
Prestasi kinerja Polri menindak kejahatan lintas internasional tersebut, sebut Andi Agoes, Pertama, Kepolisian RI berhasil menangkap dan memberantas jaringan teroris serta menghantarkan para tokoh teroris Indonesia untuk ditindak secara hukum serta mampu bekerjasama dengan berbagai lembaga kepolisian luar negeri dalam menangkap terorisme,  itu pertama, ujarnya.
Kedua, Kepolisian RI berhasil menangkap dan menindak pelaku kejahatan narkoba dan jaringannya. Baik warga asing maupun bandar-bandar besar narkoba orang Indonesia. Ini juga pertanda Kepolisian telah menunjukkan kinerja lebih baik dan serius memberantas  peredaran narkoba di Indonesia maupun peredaran narkoba lintas negara.
Ketiga, Kepolisian RI berulangkali sudah menunjukkan keberhasilan dalam menindak pengiriman tenaga kerja illegal Indonesia ke luar negeri, termasuk penjualan bayi Indonesia ke luar negeri yang selama ini banyak terjadi dari berbagai pulau Indonesia, sebut Andi Agoes.
Tiga keberhasilan Polri ini, juga dianggap pihak luar merupakan kinerja serius dari Polri serta Polri dianggap mampu bekerjasama dengan lembaga keamanan beberapa negara luar untuk menindak kriminal lintas negara, menjajaga dan memulihkan keamanan dalam misi perdamaian dunia, sehingga negara-negara  internasional  melalui organisasi PBB percaya terhadap Polri, hingga saat ini Pasukan Tim Garuda Bhayangkara Polri diminta tetap ikut dalam pemulihan keamanan di Sudan.
Dalam kesempatan ini juga H Andi Agoes Y, SH melalui  Media Majalah Borneo Online memberikan apresiasi yang tinggi kepada Polri dan jajarannya seraya mengucapkan “Selamat Kepada POLRI Atas Kepercayaan Dunia Internasional / PBB Dalam Rangka  Pemulihan Keamanan Di Sudan”, Kita Harapkan POLRI Ke Depan Semakin Maju Lagi dan Profesional Mengemban Amanat Negara, Maju Terus”, ungkap Andi Agoes.  (P1000)
=============================================
KEBUN RAYA BALIKPAPAN 
SEGERA DIRESMIKAN MENTERI KEHUTANAN
Diresmikannya Kebun Raya Balikpapan (KRB) pada tanggal 20 Agustus mendatang, satu obyek wisata alam di Kota Balikpapan akan hadir menjadi tempat rekresi dan hiburan warga. KRB selain obyek wisata juga berfungsi menjadi pusat observasi, penelitian dan konservasi. Hal ini diketahui ketika Majalah Borneo (online) konfirmasi kepada Kepala Kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) Balikpapan yang disampaikan oleh Sekretaris BLH Panti Suhartono, Kamis 07/08/14 kemarin di ruang kerjanya.
Panti Suhartono mengutarakan Kebun Raya Balikpapan berada di KM 15 Jl Soekarno Hatta  Balikpapan, rencananya akan diresmikan oleh Menteri Kehutanan  Zulkifli Hasan. Ia menyampaikan ada 3 (tiga) menteri yang akan hadir. Selain menteri Kehutanan, turut hadir Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Pekerjaan Umum/Pemukiman dan Prasarana Wilayah (PU/Kimpraswil) dan Pejabat LIPI Pusat. Dalam acara peresmian dan pembukaan KRB selain dihadiri pejabat tinggi kementerian dan LIPI, juga diundang dan dihadiri oleh para Gubernur  se-Kalimantan.


Menurut sekretaris BLH ini, penyelesaian pembangunan sarana dan fasilitas KRB sejak beberapa bulan lalu dibangun saat ini sedang dikebut. Beberapa sarana dan fasilitas yang tersedia di lokasi KRB seperti Gedung Penerima Tamu (Guest House), Green House, Lahan Pembibitan, Taman-Taman Tematik, Tempat Pengumpulan Koleksi Tanaman Khas Kalimantan mulai dari kayu-kayuan sampai tanaman anggrek dan berbagai bunga hingga tanaman obat-obatan. Menurutnya, ada sekitar dua ribu jenis tanaman koleksi berada di Hutan Raya Balikpapan yang dapat diperkenalkan dan dimanfaatkan sebagai bahan penelitian (research).
Panti Suhartono menambahkan rencana ke depan kita juga akan bangun fasilitas arena outbond untuk tempat bermain. Saat ini kita sedang menyelesaikan pintu gerbang KRB, perbaikan akses jalan dan beberapa fasilitas lain.  Insya Allah, sebelum peresmian nanti, kita upayakan sudah selesai semua. Perkiraan kita tanggal 15 Agustus ini semua fasilitas telah rampung asal cuaca mendukung, ujar Panti Suhartono
Lebih jauh Panti Suhartono mengutarakan KRB selain menjadi obyek wisata, kedepan KRB juga menjadi Hutan Observasi, Penelitian serta Konservasi. Sebagai hutan observasi, penelitian dan konservasi, para siswa dan mahasiswa hingga para peneliti Kota Balikpapan maupun luar Balikpapan nanti bisa melakukan penelitian  ilmiah di KRB, jelasnya.
Lebih rinci sekretaris BLH ini menjelaskan, pembangunan Kebun Raya Balikpapan tidak semata-mata untuk obyek wisata maupun tempat observasi, penelitian dan konservasi namun sangat penting juga pembangunan KRB ini oleh Pemkot Balikpapan melalui kantor BLH berfungsi untuk menjaga serta memperbaiki lingkungan hidup.
Menurut Panti Suhartono, melihat pengalaman selama ini banyak oknum masyarakat cenderung merusak lingkungan. Sebagai contoh banyak tambang seperti tambang batubara cenderung lingkungan hidup berakibat jadi rusak sehingga dampak lingkungan lahan selain menjadi gundul dan tidak direklamasi, lahan terkikis, longsor serta mengakibatkan banjir. Sedangkan pembangunan kebun raya bermanfaat mempertahankan dan meningkatkan keberadaan kebun raya dengan berbagai biologis didalamnya sehingga berdampak untuk memperbaiki lingkungan hidup manusia, hewan dan tumbuhan, tutur sekretaris BLH ini.  
Menurutnya, di dalam KRB para wisatawan juga bisa akses cukup leluasa masuk ke lokasi tempat penelitian. Lingkungan KRB bahkan bisa juga dimanfaatkan seperti kegiatan family day. Walau bisa akses cukup bebas, kita upayakan tidak berdampak terhadap terganggunya tanaman oleh pengunjung. Para Observer dan Peneliti yang bisa akses cukup bebas, menurut Panti Suhartono BLH justru bisa mendapat masukan dari kalangan para observator dan peneliti. Kita juga dibawah binaan dari LIPI Pusat sehingga BLH selalu mendapat binaan LIPI dalam rangka pengamanan dan pengembangan BLH, papar Panti.
Panti Suhartono mengungkapkan di Indonesia sudah ada sekitar 25 kebun raya. Contohnya Kebun Raya Bogor,  Kebun Raya “Eka Karya” Pulau Bali. Kebun Raya Balikpapan  karena masih baru dibangun memang belum bisa kita samakan dengan kebun Raya Bogor karena kebun raya Bogor sudah ada sejak sejak zaman Belanda. Demikian juga Kebun Raya Bali juga sudah lama eksis sejak puluhan tahun lalu. Sementara Kebun Raya Balikpapan pembangunannya masih tergolong baru, tutur Panti.  (P1000)



TPA MANGGAR TEMPAT PENGUCAPAN DEKLARASI

“KALIMANTAN BEBAS SAMPAH 2020

Rencana Program Pemkot Balikpapan dalam bidang pengelolaan dan peningkatan kualitas lingkungan serta cara mengelola dan mengolah sampah oleh warga secara menyeluruh se-Kota Balikpapan, membuat sampah menjadi barang yang memiliki nilai tambah (value added-red) bagi masyarakat, sepertinya tak lama akan dapat direalisasikan.

Pasalnya, langkah perdana agar rencana program Balikpapan Bebas Sampah 2020, usai peresmian pembukaan Kebun Raya Balikpapan (KRB) pada tanggal 20 Agustus 2014 mendatang, tiga menteri yaitu Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kehutanan dan Menteri Pekerjaan Umum-Pemukiman dan Prasarana Wilayah (PU Kimpraswil), bersama rombongan para Gubernur, Walikota/Bupati dan Kepala BLH se-Kalimantan ikut diundang dalam acara peresmian/pembukaan KRB sekaligus ikut bersama rombongan  meninjau lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Kota Balikpapan sekaligus melaksanakan Deklarasi.

Tinjauan lapangan robongan Menteri dan Gubernur, Walikota/Bupati bersama Walikota Balikpapan, para Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH),  para kepala Dinas lingkungan Pemkot Balikpapan ke lokasi TPA ini tak lain dalam rangka tinjaun langsung persiapan dan kelayakan lokasi TPA  sampah Manggar Kota Balikpapan sebagai tempat pengelolaan dan pengolahan sampah menjadi barang bernilai tambah serta rencana Program Balikpapan Bebas Sampah dan Kalimantan Bebas Sampah tahun 2020. Dilokasi TPA sampah Manggar Balikapan inilah para Gubernur bersama Walikota/Bupati dan Kepala BLH se-Kalimantan mengucapkan Deklarasi Kalimantan Bebas sampah 2020 sekaligus Deklarasi Balikpapan Bebas Sampah 2020.

Hal ini terungkap ketika Majalah Borneo Online temui Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Balikpapan Ir.I Ketut Astana,MM  disampaikan melalui Sekretaris BLH Panti Suhartono pada 08 Agustus lalu di ruang kerjanya.

Panti Suhartono mengutarakan bersamaan dengan peresmian dan pembukaan KRB tanggal 20 Agustus mendatang, pada hari itu juga rombongan tiga Menteri dan para Gubernur, Walikoata/Bupati dan Kepala BLH se-Kalimantan akan langsung berkunjung ke lokasi TPA sampah Manggar. Kunjungan lapangan ini untuk melihat langsung bagaimana persiapan lokasi TPA Manggar dalam rangka rencana Balikpapan Bebas Sampah 2020.

Menurut Panti Suhartono, kunjungan rombongan para Menteri, Gubernur, Walikota/Bupati bersama Walikota didampingi para SKPD Pemkot Balikpapan, selain kegiatan kunjungan lapangan lokasi  ke TPA Manggar, juga akan dilakukan pengucapan Deklarasi Kalimantan Bebas Sampah Tahun 2020. Pengucapan deklarasi ini juga dilaksanakan langsung di TPA Manggar tersebut, ujarnya.
Panti Suhartono  lebih jauh mengatakan Deklarasi Balikpapan maupun Kalimantan Bebas Sampah 2020, untuk mendukung program nasional yaitu Indonesia Bebas Sampah 2020 sebagai representasi UU No.08 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Pemerintan (PP) No.81/2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, sekaligus aktualisasi Perda Kota Balikpapan Nomor 10/2004 tentang Pengelolaan Persampahan.  

Panti Suhartono melanjutkan, agar dapat direalisasikan Balikpapan bebas sampah sekaligus mensuksekan program Indonesia bebas sampah tahun 2020 nanti, Pemkot Balikpapan mulai saat ini sedang melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi kita mulai dari program nasional dan daerah ini kepada masyarakat serta sosialisasi tentang bagaimana mengelola dan mengolah sampah menjadi benda yang memiliki nilai tambah. Misalnya sampah basah diolah menjadi pupuk kompos, sampah plastik diolah menjadi barang baru menjdi barang memiliki nilai tambah. Jadi kita mengajak masyarakat untuk  dapat mengelola bahkan mengolah sampah rumah tangga masing-masing keluarga menjadi barang yang dapat bermanfaat bagi mereka bahkan jadi barang punya nilai ekonomis, paparnya.

Panti Suhartono mengutarakan, salah satu upaya mensukseskan program ini, masyarakat ke depan mampu mengurangi sampah dari sumbernya dengan cara sampah dikelola dan diolah oleh setiap rumah-tangga menjadi barang bernilai ekonomis, seperti sampah basah diolah menjadi pupuk kompos, sampah kering dipisahkan dan diolah menjadi barang punya nilai tambah ekonomis, dan sebagianya. Jadi sampah warga itu, nantinya tidak lagi semuanya harus dibuang ke TPA tetapi warga sendiri dapat mengolah sampah mereka masing-masing menjadi barang yang bermanfaat. Kecuali sampah-sampah yang tidak bisa diolah,  ke depan itu saja yang akan dibuang ke TPA, jelas Panti Suhartono. (P1000)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ISIS Bertentangan Ajaran Islam

Harus Dihapuskan Dari Indonesia
 
Tokoh Kaltim H.Andi Agoes Y, SH Berseru Tolak ISIS
Kekhawatiran masyarakat tentang berkembangnya paham radikal ISIS di Indonesia tidaklah berlebihan bagi sebuah Negara yang memiliki keragaman ras (rasis, agama dan suku-red). Semakin bertambahnya jumlah warga Indonesia dibaiat (diangkat dan disumpah) masuk kelompok ajaran ISIS (Islamic State Irak and Syria), patut diantisipasi untuk mencegah meluasnya pengaruh ajaran ektrim ini ke berbagai pulau seluruh Indonesia.
H Andi Agoes Y,SH salah seorang tokoh masyarakat Kaltim yang tinggal di Kota Balikpapan ini mengaku setiap hari mengikuti secara rutin pemberitaan tentang ISIS ini, ikut prihatin dan memberikan pendapat tentang kekhawatiran berkembangnya kelompok ajaran ISIS di Indonesia. Andi Agoes mengatakan   ajaran ISIS yang sangat radikal ini tentu memungkinkan terjadi pengkotak-kotakkan pemeluk agama yang sama  karena paham-paham /ajaran ISIS bertentangan dengan ajaran agama Islam yang ada di Indonesia dan bertentangan dengan azas Negara Indonesia yaitu Pancasila.
Ia mengungkapkan, ajaran radikal ISIS  tersebut juga dapat menimbulkan konflik horizontal diantara penganut agama yang sama apalagi terhadap agama berbeda. Lebih sadis lagi, bahkan ajaran ISIS tidak segan melakukan pembunuhan kepada setiap warga yang tidak mau bergabung dengan kelompok ISIS. Ini sungguh sangat kejam dan biadab, ini sangat ditentang oleh ajaran semua agama sah yang ada di negeri Indonesia Merdeka dan Berdaulat tercinta ini, tandas H Andi Agoes.
Lebih tegas lagi Andi Agoes mengatakan “Negara kita adalah negara yang berdasarkan azas Pancasila yang Berketuhanan Yang Maha Esa yang berarti taat kepada ajaran Allah untuk tidak saling membunuh sesame manusia, tidak seorangpun dapat membantahnya. Selain itu tambah Andi Agoes masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang berkebudayaan, berkeadilan sosial dan berkemanusiaan yang berarti menghormati hak azasi orang lain dan tidak memaksakan kehendak terhadapa orang lain” ujarnya.
Lebih jauh dari sisi agama H Andi Agoes mengutarakan “Allah dengan sengaja menciptakan manusia berbagai macam ragam, baik pemeluk agama yang berbeda, suku, golongan, perbedaan warna kulit, perbedaan ragam bahasa namun dipersatukan dalam satu ajaran dimana setiap pemeluk agama untuk saling menghargai dan mencintai sesama manusia dalam satu persaudaraan.  Tidak satupun ajaran agama yang ada di Indonesia mengajarkan untuk saling membunuh seperti ajaran ISIS ini, tandas Agoes.
Tokoh Masyarakat Kaltim ini kembali menegaskan “ajaran ISIS sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam yang ada di Indonesia”. Tambahnya, ISIS tidak mengakui adanya kitab-kitab yang diturunkan Allah dari langit yaitu Hukum Taurat,  Zabur, Injil dan Aqur’an sebagaimana diakui agama Islam Indonesia. ISIS tidak mengakui ajaran empat kitab yang diturunkan oleh Allah ke bumi ini, sehingga ajaran ISIS sangat bertentangan dengan Agama Islam dan bisa menggoyahkan keimanan generasi penerus masyarakat Islam  Indonesia. 


Ia memaparkan, rakyat Islam Indonesia adalah rakyat yang cinta damai, cinta akan keamanan setiap warga Negara dan wilayah Indonesia. Tidak satu pun Agama di Indonesia ini mengajarkan untuk saling membunuh sesama manusia, namun yang diajarkan agama di Indonesia agar saling mencintai dan mengasihi, menjunjung tinggi perdamaian diantara sesama, tandas Andi Agoes.
Ajaran ISIS menurut H Andi Agoes adalah ajaran yang diciptakan oleh manusia dan sangat bertentangan dengan ajaran Agama Islam yang diturunkan oleh Allah. Oleh sebab itu, H Andi Agoes meminta kepada pemerintah dan semua elemen masyarakat untuk menentang dan menolak ajaran ISIS. Ajaran ISIS harus dihapuskan dari Tanah Air Indonesia, seru Andi Agoes.
Apabila semakin banyak masyarakat Indonesia yang dibaiat menjadi anggota ajaran ISIS, tokoh masyarakat Kaltim ini mengkhawatirkan akan terjadi munculnya kembali paham-paham pendirian Negara Islam Indonesia (NII) sebagaimana pada masa pemerintahan Soeharto dulu NII itu ada walaupun saat itu tidak bisa berkembang secara resmi. Oleh sebab itu sebelum ISIS berkembang, pemerintah secepatnya dapat mengantisipasi dan menghapuskan ISIS dari seluruh wilayah Tanah Air Indonesia, seru Andi Agoes kembali.


Antisipasi Baiat ISIS Mulai di Wilayah  RT

Salah satu cara untuk mengantisipasi makin banyaknya warga yang direkrut oleh penganut ajaran ekstrim ISIS ini di wilayah Negara Kesatuan Indonesia ini menurut H Andi Agoes Y, SH, mengajak masayarakat dengan cara meningkatkat kegiatan kewaspadaan dan tanggap dimulai di wilayah terkecil yaitu wilayah Rukun Tetangga (RT). 


Menurut Andi Agoes, semua kegiatan aktivitas masyarakat tentu berada di wilayah setiap RT. Oleh sebab itu setiap Ketua RT dibantu oleh aparat kantibmas yang didukung oleh berbagai elemen warga diwilayah RT sehingga dapat mengetahui setiap kegiatan yang terjadi diwilayah RT mereka. 
Melalui media Majalah Borneo Online tokoh Kaltim H Andi Agoes Y, SH ini meminta secara khusus agar setiap RT wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) meningkatkan kewaspadaan terhadap semua kegiatan warga yang ada diwilayah RT masing-masing. Bilamana ada isu-isu tentang kegiatan warga yang mencurigakan agar segara dilaporkan kepada pihak Ketua RT dan selanjutnya Ketua RT menindaklanjuti laporan warga ke pihak kepolisian. Pihak kepolisian segera menyelidiki untuk mengetahui kegiatan warga tersebut apakah membahayakan atau tidak. Jangan sampai Ketua RT sendiri tidak tau kegiatan sekelompok warganya. Apalagi kegiatan sekelompok warga yang terjadi di wilayahnya justru dapat membahayakan warganya bahkan membahayakan bagi NKRI seperti kelompok ajaran ISIS ini, ujarnya.
Namun, untuk meningkatkan kewaspadaan setiap ketua RT di Kaltim dan Kaltara,  qAndi Agoes juga meminta pemkot dan pemkab setempat turut membantu dan mendukung upaya peningkatan gerak setiap ketua RT sehingga ketua RT bersama perangkat kantibmas dapat meningkatkan kinerja dan meningkatkan kerjasama erat dengan warga masyarakat di lingkungannya, pinta H Andi Agoes. (P1000)
----------------------------------------------------  
Dari 2.272 Unit Kendaraan Uji Emisi,  1.996 Lulus Uji

Uji emisi kendaraan, baru-baru ini dilakukan di Kota Balikpapan. Uji emisi terhadap asap buang kendaraan roda 4  (empat) Kota Balikpapan ini merupakan salah satu bagian dari Kegiatan Evaluasi Kinerja Udara Perkotaan (EKUP),  yang dilakukan setiap tahun oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Balikpapan.
Menurut ibu Eny Kasubbid ini, berkaitan dengan kegiatan EKUP, dimana EKUP merupakan kegiatan utama dari beberapa kegiatan termasuk uji emisi. Didalam kegiatan EKUP ini juga terdapat beberapa sub bagian kegiatan yang berhubungan dengan uji emisi seperti  road site monitoring,  pemantauan kualitas bahan bakar,   pengukuran kinerja lalu lintas, inventarisasi sumber-sumber  emisi.  Jadi, ada beberapa kegiatan kita lakukan terkait dengan EKUP ini, ungkapnya.
Ibu Eny mengungkapka,  dalam pelaksanaan uji emisi ini pihak BLH juga mendapat dukungan dari beberapa institusi yang ada di Kota Balikpapan seperti dukungan dari beberapa dealer kendaran bermotor, yakni dealer motor Suzuki, Daihatsu, Mitsubishi dan lainnya,  paparnya.
Eny menambahkan, total kendaraan yang terjaring dalam uji emisi kali ini ada sebanyak 2.272 unit kendaraan, namun tidak termasuk kendaraan angkutan umum seperti angkot dan taxi. Dari 1.937 unit  jumlah kendaraan roda empat  berbahan bakar premium yang  berhasil dijaring  uji emisi,  yang lulus uji emisi memenuhi baku mutu  asap buang kendaraan ada sebanyak 1.848 unit kendaraan. Sedangkan kendaraan roda empat berbahan bakar solar  yang terjaring uji emisi  ada sebanyak 434 unit kendaraan, yang lulus uji emisi  hanya  148 kendaraan.
Pelaksanaan uji emisi gas buang kendaraan oleh BLH Balikpapan, dilakukan secara spot cek di tiga tempat berbeda yaitu di halaman parkir Kantor Walikota Balikpapan, halaman Gedung Eks Diklat Pertamina Karang Anyar dan halaman Gedung Kantor Telkom Divre Jl MT Haryono Kota Balikpapan.
Saat uji emisi, bagi setiap kendaraan diberikan kartu hasil uji emisi. Bagi kendaraan yang lulus uji emisi kita jelaskan bahwa kendaraan mereka lulus uji emisi. Demikian juga bagi kendaran yang tidak lulus uji emisi kita himbau dan ingatkan agar mereka selalu melakukan servis kendaraan.
Menurut ibu Eny, dari hasil uji emisi kali ini banyak juga kendaraan tahun lama, mendapat lulus uji emisi. Hal ini dimungkinkan karena pemilik kendaraan tersebut selalu melakukan perawatan rutin terhadap kendaraan mereka. Sebaliknya banyak juga kendaraan yang masih tergolong baru tetapi tidak lulus uji emisi, terutama kendaraan berbahan bakar solar. Ini bisa terjadi karena kendaraan tersebut mungkin selama ini kurang perawatan secara berkala, paparnya.

Selanjutnya bagi kendaraan yang lulus uji emisi disarankan untuk terus melakukan perawatan kendaraan mereka secara rutin seperti ganti oli secara rutin, servis mesin secara berkala, dan lainnya. Ia juga mengatakan, khusus bagi kendaraan angkutan umum, tidak ikut dalam uji emisi ini, karena angkutan umum sudah melakukan uji emisi pada saat kir kendaraan, papar ibu Eny.
Lebih jauh Eny menjelaskan, kegiatan uji emisi ini sudah dilakukan selama 5 (lima) tahun berturut-turut. Menurutnya, berkaitan dengan hasil uji emisi kendaraan ini, BLH juga sekaligus melakukan kampanye dengan bentuk sosialisasi terhadap pemilik kendaraan. Misalnya bagi kendaraan yang tidak lulus uji emisi disarankan untuk meningkatkan servis mesin kendaraan meraka secara rutin ke bengkel dealer.
Eny menambahkan,  hasil uji emisi ini,  sebagai satu kesatuan dari kegiatan EKUP. Kemudian, data hasil uji emisi ini  bagi kementerian,  selanjutnya dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil beberapa kebijakan ke berbagai pihak yang berhubungan dengan program langit biru yang dicanagkan oleh pemerintah, ujarnya.  (P1000)
--------------------------------------------------------------------------------------------
PUTRA DAERAH KALTIM 
SAATNYA DUDUK MENJADI MENTERI

H. ANDI AGOES Y, SH  TOKOH  MASYARAKAT KALTIM
Pasca kemenangan pasangan terpilih Presiden Joko Widodo-Yusuf Kala (JW-JK), tokoh masyarakat Kaltim H Andi Agoes Y SH yang juga Ketua Korwil Kalimantan Pejuang Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PPKRI) ini memberikan pendapat mengenai pemilihan menteri di era pemerintahan Presiden yang baru nanti. H Andi Agoes Y SH mengutarakan saatnya era pemerintahan baru yang akan dipimpin JW-JK, salah seorang putra/putri daerah Kaltim dapat terpilih untuk duduk menjadi menteri. 
H Andi Agoes Y SH yang juga dikenal mantan Ketua Gabungan Wartawan Kalimantan (GAWAK) yang sering disapa sesepuh GAWAK sebagai Panglima ini  menambahkan untuk mendukung percepatan pembangunan di wilayah Kaltim dan Kaltara sebagai daerah yang kaya sumber daya alam (SDA), putra-putri Kaltim sebaiknya dapat terpilih menjadi menteri era pemerintahan periode lima tahun kedepan ( 2014-2019) Menurutnya, ada dua putra/putri daerah Kaltim yang layak dicalonkan menduduki kursi kementerian pada pemerintahan baru nanti yaitu H.Awang Farouk (saat ini menjabat Gubernur Kaltim)  dan Rita Widyasari (saat ini Bupati Kutai Kartanegara). Dua putra-putri Kaltim ini melalui seruan H Andi Agoes ke media center JW-JK  agar dimasukkan menjadi calon sehingga dapat dipilih oleh JW-JK menjadi menteri pada pemerintahan kebangsaan yang akan datang.

Lebih jauh Andi Agoes mengatakan selain kedua orang putra-putri Kaltim ini tidak diragukan lagi kemampuan memimpin rakyat dan menjalankan pemerintahan serta  kapabilitas mereka. 
Terkait dengan pembangunan di Kaltim H Andi Agoes menambahkan Kaltim sebagai salah satu daerah yang sangat kaya SDA namun masih jauh tertinggal dari daerah lain, maka pasangan Preside/Wakil Presiden baru nanti perlu memperhatikan serta mempertimbangkan usulan rakyat daerah Kaltim ini untuk mendudukkan jatah menteri dari Kaltim. 

H Andi Agoes mengungkapkan, selama ini putra daerah Kaltim belum pernah terpilih dan duduk di kursi kementerian sehingga pembangunan Kaltim selaku daerah kaya SDA sangat terlambat dibanding daerah propinsi lain. Ia melanjutkan, jika putra-putri Kaltim diberi kesempatan oleh Presiden terpilih JW-JK  duduk disalah satu kementerian nanti, maka Kaltim dan Kaltara akan dapat lebih cepat berkembang mengimbangi daerah-daerah lain diluar pulau Kalimantan, ujarnya.

Menurut Andi Agoes, seorang menteri merupakan bagian pemerintah pusat yang paling berperan penting dalam memberikan kebijakan strategis untuk mempercepat pembangunan di daerah-daerah. Serlama ini Pulau Kalimantan kurang mendapat keseriusan pemerintah pusat sehingga pembangunan wilayah-wilayah daerah perbatasan masih lambat dan tidak sesuai harapan rakyat Kalimanta sebagai daerah kaya SDA.

Andi Agoes juga menyinggung, Kaltim yang sedang dalam pemekaran menjadi 2 (dua) propinsi yaitu Kaltim dan Kaltara membutuhkan ekstra perhatian pusat sehingga nantinya dapat berkembang sesuai harapan rakyat Kaltim dan Kaltara.  Andi Agoes yakin bila putra daerah Kaltim terpilih menduduki kursi menteri  tentu putra daerah akan memberikan perhatian ekstra dan kerja keras untuk membangun daerahnya sendiri. 

Selain itu, tambah putra daerah kelahiran Propinsi Kaltara ini saya secara pribadi dan para tokoh masyarakat Kaltim-Kaltara akan selalu memberikan support dan dukungan penuh untuk mempermudah urusan yang berhubungan dengan rakyat dalam rangka upaya mempercepat pembangunan. Termasuk support terhadap menteri putra daerah Kaltim dimaksud untuk menekankan agar selalu koordinasi dan kerjasama yang baik dengan para menteri lain sehingga pembangunan Kaltim-Kaltara dapat berjalan lancar di berbagai bidang yang ditunggu rakyat Kaltim-Kaltara, tandasnya. (P1000)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Ada kesalahan di dalam gadget ini