PELNI

PELNI

HOTEL SAGITA BALIKPAPAN

BALLROOM HOTEL SAGITA

RESTAURAN HOTEL SAGITA

TERAS CHOPSTIC RESTAURAN HOTEL SAGITA

SWIMMING POOLL HOTEL SAGITA

AREA PARKIR HOTEL SAGITA

Loading...

SAMARINDA





SMK FARMASI SAMARINDA
BUTUH PEMBANGUNAN LANJUTAN SECEPATNYA


SMKN 17 Farmasi Samarinda yang beralamat di Jalan Kadrie Oening RT 17  Kelurahan Air Putih Ilir ini, telah miliki gedung  sendiri sejak  tahun 2012.Bangunan gedung sekolah kejuruan spesialis farmasi sebagian besar berlantai  2 (dua) ini terlihat kokoh dan dinding serta lantainya  bersih.
Namun dilapangan, melihat sekeliling komplek sekolah ini, tampak sangat membutuhkan pem-bangunan fasilitas lain segera,  seperti halaman sekolah masih tergolong sempit karena dibatasi oleh dinding perbukitan hijau nan rimbun.
Selain itu, halaman bagian depan, belakang plus samping gedung sekolah ini ternyata juga sering mengalami becek alias berlumpur takkala terjadi hujan turun disekitar lingkungan sekolah.
Kondisi halaman berlumpur ini tak dapat dielak ketika hujan turun. Pasalnya, debit air yang mengalir secara perlahan dalam waktu lama menjalar dari  atas perbukitan hijau yang berada persis didepan sekolah mengakibatkan kondisi buruk tak terelakkan. Ditambah lagi halaman sekolah berbatas bukit disepanjang halaman sekolah tersebut belum dilengkapi drainase sebagai penampung dan pembuangan air. Air hujan pun yang sifatnya mengalir sesukanya mengikuti bidang dataran tanah terendah yang dapat mengakibatkan pengikisantanah.
Kondisi halaman maupun pekarangan sekolah yang sering basah dan becek, termasuk  lahan pe-karangan sekolah yang awalnya dipersiapkan untuk ruang parkir kendaraan, nampak sering tak bisa digunakan karena becek dan berlumpur.
Bahkan halaman sekolah ini bisa dikategorikan un-safety (tidak aman) bagi para siswa dan guru saat melakukan berbagai kegiatan diatasnya. Bisa dipahami, ketika kegiatan upacara bendera atau pun kegiatan lainnya berlangsung di halaman sekolah, kondisi halaman  licin karena becek bahkan  kotoran tanah berlumpur yang masih dapat terus menempel di sepatu siswa & guru.
Hingga masuk didalam ruang kelas berlantai keramik ini selain masih dapat mengakibatkan dirty (kotor alias (rigat-bhs banjar)  and un-safe, masih bisa terjadi sewaktu-waktu.
Kondisi lapangan ini diketahui tim media Majalah Borneo ketika tim beberapa kali melakukan kunjungan peliputan di SMKN 17, setelah  gedung baru SMK Farmasi sudah digunakan untuk proses belajar-mengajar awal tahun 2012 lalu.

Beberapa siswa-siswi SMKN 17 Samarinda yang berhasil ditemui media ini, yang mana saat mereka sedang istirahat, pada umumnya siswa/i yang dimintai pendapat, berharap halaman sekolah yang masih sempit dapat segera diperluas.

Para siswa juga bertanya-tanya kapan bisa direalisasikan kelanjutan pembangunan sekolah mereka dapat dilaksananakan, selain halaman diperluas mereka juga sangat berharap agar diadakan semenisasi sehingga saat upacara tidak becek dan tidak kotor, termasuk tempat parkir kendaraan roda dua dan kendaraan para guru mereka dapat disemenisasi segera, tanya mereka seraya berharap.

Sekolah SMKN 17 Farmasi ini dikenal  tahun 2010 lalu yangmana siswanya bernama Riska Adriliani pernah terpilih menjadi Paskibraka Propinsi Kaltim pada 17 Agustus    2010 lalu.  Namun demikian, walau berbagai prestasi dan predikat diraih sekolah ini, terlihat kondisi sekolah dilapangan terlihat pintu gerbang sekolah belum juga dibangun sehingga sepintas lingkungan sekolah tak terlihat selaku sekolah yang telah mendapatkan berbagai predikat membanggakan bagi daerah.

Hingga saat ini masih banyak warga belum tau persis bahwa bangunan yang ada berdiri sekitar 100 meter dari pinggir jalan poros Jalan Kadrie Oening ini. Masalah utama dimana tak terlihat pintu gerbangnya  sebagai salah satu sekolah yang favorit karena dari sisi depannya saja yaitu akses masuk (pintu gerbang) sekolah masih menggunakan pagar seng.  Oleh sebab itu  SMKN 17 saat ini melihat kondisinya sangat memerlukan pembangunan berkelanjutan selain pintu gerbang, halaman, tempat parkir, pekarangan plus pertamanan, pagar sekolah sewajarnya menjadi prioritas pembangunan berkelanjutan bagi sekolah ini.

Pak Siahaan panggilan akrab salah seorang warga Jalan Kadrie Oening, rumah tinggal di Komplek Perumahan Nasional (Perumnas) Samarinda, yang tidak jauh dari lokasi SMKN 17 Samarinda ini ketika wartawan media ini sedang melakukan pembicaraan tentang seputar Jl Kadrie Oening, diceritakan adanya Sekolah Kejuruan Farmasi berdekatan dengan tempat hunian mereka. Bapak Siahaan sendiri kaget belum mengetahui keberadaan sekolah tersebut.

Bapak Siahaan ini mengaku hampir setiap minggu melewati persimpangan pintu gerbang SMKN 17 untuk berbagai kegiatan. Tambahnya, apalagi diseberang komplek sekolah tak jauh dari rumah saudaranya yang berada di komplek perumahan wartawan ini, sehingga dirinya selalu melintas melewati komplek sekolah.

Karena sekolah tak miliki bangunan gapura di depan pertanda sebagai pintu masuk sekolah, ia pun mengakui dirinya baru tau sekolah SMK dekat dengan perumahan mereka.Siahaan sendiri mengakui baru tau setelah berbincang dengan tim media ini beberapa hari lalu.

Namun taklama kemudian setelah Pak Siahaan melihatnya, menurutnya seraya mengatakan sudah saatnya pintu gerbang sekolah SMKN 17 Farmasi Samarinda ini segera dibangun jika mempertimbangkan serta melihat bangunan sekolah yang parmanen terlihat dari poros jalan besar cukup megah, seharusnya minimal akses masuknya juga berupa gapura ada, sehingga warga setempat juga jangan sampai banyak tidak tau kalau bangunan  yang berdiri didalam tersebut itu ternyata SMKN 17 Farmasi, kata Siahaan ikut berharap kepada Perintah daerah maupun pemerintah pusat.

Tambahnya, jika sekolah miliki gapura otomatis warga Samarinda semakin banyak yang tau.Lagipula akan kelihatan kesan sekolah yang masuk golongan favorit, apalagi sekolah SMKN 17 ini merupakan sekolah kejuruan kedua yang ada dilingkungan pak Siahaan, menurutnya harapan para siswa-siswi dan seluruh guru patut kita dukung agar Pemkot/Pemprov dapat melengkapi fasilitas sekolah tersebut, ungkapnya. (Ant/mgdr)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Di Usia Balita SMKN 17 dan Prospek Menuju Kemandirian

SMK Negeri 17 Farmasi Samarinda berdiri sejak tahun 2008 lalu, dengan Program Keahlian Farmasi dinyatakan lulus verifikasi oleh Tim yang terdiri dari Pusdiklatnakes Pusat dan Pusdiklatnakes Propinsi Kalimantan Timur. Verifikasi dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2011 lalu.

SMKN 17 Farmasi Samarinda ini dipimpin Kepala Sekolahnya Drs Didik Agung Widiantoro, S.Pd ini sejak berdiri sangat pesat mengalami kemajuan

Dari beberapa poin hasil verifikasi, salah satu yang menjadi pusat perhatian tim verifikasi adalah ketersediaan alat-alat dan bahan-bahan praktikum sekolah. Selanjutnya, lulusnya SMKN 17 dari verifikasi manjadikan sekolah kejuruan ini dapat menyelenggarakan ujian praktek sendiri alias tanpa menumpang ke sekolah lain.

Foto (tengah) Kasek SMKN 17 Farmasi Samarinda
Selain akan melaksanakan ujian sekolah,  juga ujian nasional teori kejuruan, ujian kompetensi keahlian, dan ujian nasional yang telah didukung oleh kelengkapan ijin operasional, sarana dan prasarana Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM)  kurikulum, keadaan guru dan pegawai, dan lain-lain.

SMKN 17 Farmasi Samarinda ini dipimpin Kepala Sekolahnya Drs Didik Agung Widiantoro, S.Pd ini. sejak berdirinya sekolah hingga saat ini berusia 5 (lima) tahun, sangat pesat mengalami kemajuan. Sekolah kejuruan farmasi ini misalnya telah meraih akreditasi A, walau diketahui baru berusia tahunan, ibarat sekolah ini masih masuk golongan usia balita.

Satu lagi predikat membanggakan terutama bagi para orangtua siswa, alumnus perdana SMKN 17 Farmasi ini sebanyak 60 orang ternyata dipercaya pihak ke-3 langsung dapat diterima bekerja di berbagai perusahaan swasta/BUMN.

Foto Paskibraka
Di tingkat Propinsi Kaltim, pada  perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-55 pada 17 Agustus 2010 lalu di Samarinda, salah seorang siswanya berhasil mendapat tempat teristimewa ikut dalam barisan Paskibraka Propinsi Kaltim. Ia adalah siswa yang bernama  Riska Adriliani.

Posisi siswi SMKN 17 Farmasi Samarinda ini juga berada pada barisan terdepan kelompok Paskibraka. Dimana, Riska Adriliani bertugas selaku pembawa baki Bendera  Pusaka “Sangsaka Merah Putih” (duplikat daerah).  

Siswa SMKN 17 saat magang di Malaysia
Para siswa-siswi SMKN 17 Farmasi Samarinda ini, saat mereka duduk dibangku kelas  10 (sepuluh) sudah melakukan orientasi praktek lapangan yang disebut magang. Untuk melatih keberanian sekaligus kemandirian dan kerjasama kelompok antar siswa magang, bagi mereka yang akan ikut program magang pihak sekolah memberi keleluasaan  bagi masing-masing siswa/I untuk mencari sendiri  maupun secara kelompok tempat mereka akan melakukan kegiatan magang di berbagai perusahaan, apotik, poliklinik, rumah sakit dan lainnya yang bergerak dalam bidang kesehatan dan pelayanan kesehatan.

Namun demikian, sekolah sendiri tetap mempersiapkan tempat magang bagi siswa-siswa yang belum berhasil mendapatkan lokasi magang dari jadual yang telah ditentukan sekolah.
Kebijakan keleluasaan mencari sendiri maupun secara kelompok  ini menjadi satu kemajuan bagi sekolah ditingkat menengah atas. Selain dibekali edukasi dan sains bagi siswa, satu prospek melalui proses kemandirian dan kerjasama kelompok berorientasi karir juga digembleng, sehingga dikala para siswa/i mengikuti program Praktek Kerja Lapangan (PKL) kedepan, pengalaman magang bisa menjadi salah satu acuan menuju percepatan mandiri siswa ketika mereka lulus dan terjun ke dunia karir maupun saat melanjut ke Perguruan Tinggi. (mgdr)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
60 Lulusan Perdana SMKN 17 Farmasi Telah Bekerja

 
Lulusan SMKN 17 Farmasi Sertifikat Keahlian  dari Menkes
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 17 Farmasi beralamat di Jl. Kadrie Oening RT.17  Samarinda ini tak lama akan selesai pembangunan gedungnya. SMK N 17  ini diketahui berdiri sejak tahun 2008 lalu dan sbelumnya tidak memiliki gedung sendiri.
Pada saat SMKN 17 Farmasi berdiri,  karena belum memiliki gedung sendiri sehingga proses belajar-mengajar serta mendidik para siswanya sementara numpang di gedung SMPN 7.  
Selanjutnya, saat siswa/i melakukan praktek dan kegiatan laboratorium juga menggunakan gedung sementara yaitu gedung milik SMAN 5 Samarinda dengan cara pinjam ruangan kosong sekolah bersangkutan karena gedung SMPN 7 semuanya terpakai alias penuh.
Walau demikian, dimana  kondisi sarana dan prasarana SMKN 17 belum lengkap bahkan  tak memiliki gedung sendiri selama  3 (tiga) tahun lebih, ternyata tak menyurutkan semangat kepala sekolah bersama para guru dan tenaga administrasi sekolah untuk memberikan pelayanan terbaik peningkatan proses belajar-mengajar serta mendidik para siswanya agar menjadi siswa memiliki keahlian dan terampil menuju profesional dalam bidangnya serta berahlak baik dan berbudi luhur sebagai putra penerus bangsa. Termasuk pelayanan urusan orangtua dengan pihak sekolah selama ini dapat berlangsung baik, aspirasi terakomodir.
 
Siswi SMKN 17 Praktek Dalam Pengawasan Guru
Sudah menjadi sebuah prinsip dimana jika upaya dan usaha dilakukan optimal,  umumnya akan membuahkan hasil lebih baik.
Demikian juga tergambar dalam dunia pendidikan kejuruan SMKN 17 Samarinda ini sehingga menunjukkan hasil yang baik, saat ini SMKN 17 walau  usia bayi, telah mendapat Akreditasi A dari Kementerian Kesehatan dalam bidang keahlian Farmasi. Selain itu 60 orang lulusan perdana SMKN 17 Samarinda semuanya telah bekerja. Bahkan lulusannya kurang untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja atas tawaran berbagai instansi. Semua itu tak terlepas dari keahlian yang dimiliki siswa,  apalagi dibarengi oleh ahlak baik dan terpelajar.
Situasi dan kondisi diatas terungkap ketika wartawan Majalah Borneo Online mengikuti rapat sosialisasi olah Kepala Sekolah SMKN 17  kepada orang tua siswa kelas X, XI dan XII (sebelumnya dikenal kelas 1, 2 dan 3) berlangsung di gedung SMPN 7 Samarinda ( 18/12/2011), serta hasil wawancara pertemuan langsung Majalah Borneo Online dengan Kepala Sekolah Drs.Didik Agung Widiantoro,M.Pd di ruang kerjanya.
 
Siswa SMKN 17 Praktek Peracikan Obat Sesuai Resep

Namun jika sebaliknya, bilaman sebuah sekolah mengelola pendidkan hanya sekedar memenuhi laporan kurikulum, proses belajar-mengajar  serta mendidik siswanya tidak optimal, dapat dipastikan lulusannya kebanyakan sekedar dapatkan kelulusan.
SMKN 17 Samarinda pengelolaannya oleh Drs.Disik Agung Widiantoro,M.Pd bersama jajaran guru dan Pegawai TU sekolah, membuktikan para lulusannya terserap di berbagai perkantoran/instansi pemeintah , BUMN mapun swasta. Mereka ada  3 (tiga) orang diterima bekerja di Rumah Sakit (RS) Internasional Siloam Balikpapan sejak 2 tahun lebih lalu, diterima menjadi karyawan Perusahaan Besar Farmasi (PBF), menjadi  karyawan Poliklinik dan Apotik,  menjadi PNS di instansi plat merah serta BUMN dan  menjadi karyawan perusahaan bidang tertentu yang memerlukan keahlian bidang farmasi.
 
Siswa Praktek Dilengkapi Referensi Medical
Tahun 2012 tak lama lagi, para siswanya setelah mengetahui gedung sekolahnya hampir rampung dipenghujung 2011 ini, bertepatan saat wartawan Majalah Borneo Online melihat-lihat serta mengabadikan lewat Camera yaitu gedung baru SMKN 17 Samarinda ini tak jauh dari SMPN 7, tak lama 7 (tujuh)  orang siswi saat jam pelajaran istirahat, gunakan waktu luang datang melihat gedung baru sekolah mereka hingga naik ke ruang kelas dilantai 2.
Sepertinya pelajar farmasi ini tak sabar lagi menunggu, seakan ingin secepatnya mau menduduki kursi baru serta menulis diatas meja baru  gedung sekolahnya yang cukup megah dan indah ini.

Semangat baru para siswi ini terpancar diraut muka mereka ketika tiba dan melihat gedung sekolahnya. Apalagi tiang cor/kolom dan dinding depan ruang kelasnya dihiasi oleh batu alam  dan kosen jendela terbuat dari aluminium bebas karat dan lapuk ini.
Sudah tentu diharapkan para orangtua siswa SMK ini ke depan, ditempatinya gedung baru SMKN 17 para  jajaran sekolah dan siswanya dengan semangat proses-belajar baru demi meningkatnya kualitas, semakin terpelajar, semakin berkeahlian baik dalam bidangnya.  Red
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SMKN 17 FARMASI SAMARINDA MAJU PESAT 

Orangtua Siswa Apresiasi Upaya dan Usaha Kepala Sekolah Hingga SMKN 17 Telah Memilki Gedung Baru dan Mendapat Akreditasi A
Pengadaan unit gedung  baru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 17 Program Keahlian Farmasi  Samarinda  oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda ini tak lama lagi akan dapat digunakan.
Gedung SMKN 17 Farmasi Samarinda ini, sejak beberapa tahun lalu di tunggu-tunggu para pelajar khususnya siswa yang sedang menimba ilmu di SMK bersangkutan dan juga ditunggu-tunggu para siswa lulusan SMP/sederajat  yang akan melanjutkan studi mereka ke tingkat menengah atas kejuruan Farmasi.
 
Gedung Baru SMKN 17 Farmasi Samarinda 
nan Megah dan Indah
Gedung baru SMK Farmasi dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT.Tri Tunggal Samarinda ini,   berada tak jauh dari pusat Kota Tepian (Teduh, Rapi, Aman & Nyaman)    beralamat di Jl.Kadrie Oening RT.17 Samarinda dan juga berdekatan dengan SMP Negeri & Samarinda.
Bangunan gedung  SMKN 17 ini cukup megah dan indah plus berada dibawah perbukitan yang penuh pepohonan memberi nuansa green (kehijauan) yang dapat menyejukkan mata kita saat memandang sekeliling lingkungan sekolah.
Saat ini SMKN 17 sudah dalam tahap finishing dan tahap pembersihan. Ruang kelas belajar terdiri dari 2 (dua) lantai dengan jumlah 8 (delapan) kelas dibiayai dari APBD Propinsi Kaltim yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT.Tri Tunggal Samarinda melalui pemenangan tender E-Proch, sebagaimana disampaikan oleh Fajar selaku perwakilan kontraktor pelaksana.
Dua lokal Gedung Baru SMKN 17 Farmasi
 Dibangun Swakelola
Selain gedung ruang belajar siswa/i memiliki 2 (dua) lantai, ada juga dua lokal gedung baru tambahan dibangun dengan swakelola sekolah. Dana  pembangunan swakelola berasal dari APBN yang biasa disebut dana blockgrand pusat. Hal ini terungkap ketika Majalah Borneo Online meliput acara sosialisasi tentang BOSDA oleh SMKN 17 bersama Dewan Komite Sekolah (DKS) terhadap para orang tua siswa/i yang sengaja diundang oleh pihak sekolah bersangkutan pada hari ini (Sabtu 17 Desember 2011) di gedung SMP N 7 Samarinda.
Selain sosialisasi BOSDA juga sosialisasi tentang rencana penggunaan bangunan baru SMKN 17 tahun 2012 yang akan dating.
Realisasinya pembangunan gedung sekolah SMKN 17 Samarinda ini tentu tak terlepas dari upaya dan usaha yang dilakukan oleh Kepala Sekolah Drs.Didik Agung Widiantoro,M.Pd bersama jajarannya didukung DKS serta ditindaklanjuti oleh Disdik Kota Samarinda sehingga direncanakan awal tahun 2012 sudah rampung dan segera  ditempati.
Para orang tua siswa/i SMKN 17 yang hadir pada acara sosialisasi,  ketika Kasek SMKN 17 Drs.Didik Agung Widiantoro,M.Pd usai mempertunjukkan slide gambar-gambar bangunan  sekolah, disambut meriah tepuk tangan para orangtua siswa atas hasil upaya dan usaha Kepala sekolah SMKN 17 hingga dapat merealisasikan gedung baru SMK Farmasi tersebut.
Dari hasil wawancara Majalah Borneo Online dengan Didik di ruang kerjanya, atas disandangnya Akreditas A para siswa lulusan SMK ini berhak melanjutkan ke semua perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia.
Lebih membanggakan lagi, lulusan SMK Farmasi ini telah banyak bekerja di berbagai instansi/lembaga pemerintah maupun swasta. Diantara lulusan SMK Farmasi yang telah bekerja, 3 (tiga) orang lulusan perdana  SMKN 17 langsung diterima bekerja di Rumah Sakit (RS) Siloam Balikpapan.
 
Salah satu orangtua siswa/i memberi pendapat
Selain mengadakan wawancara kepada kepala sekolah Majalah Borneo juga meminta tanggapan dari beberapa orang tua siswa. Salah satunya Bapak Drs.A.Sagala selaku orang tua siswi kelas X SMKN 17 ini. 
Drs.A.Sagala ini mengungkapkan kebanggaannya pada upaya dan usaha Kasek Didik Agung Widiantoro bersama jajarannya yang telah membuahkan hasil tentang kemajuan SMK Farmasi.
Sagala menambahkan, upaya dan usaha Kepala sekolah SMKN 17 Farmasi ini perlu dicontoh oleh para kepala sekolah lain dalam rangka memajukan kualitas sarana dan pra-sarana serta mutu pendidikan, ujarnya.
Selain kebanggaan diatas, Sagala juga mengutarakan sangat mengapresiasi upaya dan usaha Didik Agung Widiantoro berhasil membuat SMKN 17 Farmasi tempat putrinya sekolah tersebut  mendapat akreditasi A walaupun sekolah Farmasi ini baru berusia muda.
Diakhir wawancara Majalah Borneo Online kepada Bapak Sagala, ia pun tak lupa  menyampaikan Selamat kepada Kepala Sekolah SMKN 17 dan jajarannya atas  keberhasilan yang telah diraih. (P1000)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 GKM-IKM MENJADI SATU BUDAYA

IKM Binaan Disperindagkop Balikpapan 60 unit usaha tahu dan industri mainan anak-anak, paling potensial dalam pemasaran.
 
Dewan Juri Saat Umumkan 
Pemenang Konvensi GKM-IKM Nasional





Dalam penutupan kegiatan Konvensi Gugus Kendali Mutu-Industri Kecil Menengah (GKM-IKM)  di ball room Hotel Grand Senyiur Balikpapan, dalam pesan dan kesan oleh panitia dari Disperindagkop Propinsi Kaltim disampaikan oleh Disperindagkop Balikpapan  mengungkapkan GKM-IKM diharapkan ke depan ada kepedulian bersama sehingga dapat menjadi satu budaya di republik ini, ungkapnya.
Selanjutnya, ditambahkan oleh  pihak panitia dari Disperindagkop Balikpapan ini, apa yang kita tampilkan khusus dari Disperindagkop Balikpapan kami membina usaha industri kecil dengan jiwa memperluas jaringan pasar. 

 
Para Pemenang Bersama Dirjen IKM 
dan Walikota Balikpapan



Pasar kami yang paling potensial saat ini, pertama yaitu peningkatan IKM Kaltim melalui Disperindagkop Balikpapan salah satunya membangun 60 usaha tahu yang berlokasi di Somber.
Usaha industri tahu ini kami bangun tahun 2006 dan mulai operasi sejak tahun 2008 lalu. Dimana saat itu Direktur Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Ir.Nugraha, ungkapnya.

 
Dirjen IKM Kemenperindagkop 
menutup Konvensi GKM-IKM



Sebelum acara penutupan konvensi GKM-IKM para peserta konvensi dari 33 Propinsi mengikuti kunjungan ke tempat industri kecil, salah satunya usaha tahu somber.

Kedua, satu usaha industri kecil produk mainan anak-anak juga menjadi IKM potensial yang berada dalam binaan Disperindagkop Balikpapan. Kiranya hal ini bisa menjadi pesan moral dari kami sebagai tuan rumah pelaksanaan Konvensi GKM-IKM Nasional ini, ungkapnya.

Dalam acara penutupan juga ditampilkan para anak TK se-Kota Balikpapan yang berhasil meraih juara lomba mainan anak-anak. (rick/mgdr)
============================================================================================================
Sembilan IKM  Terbaik Konvesi GKM-IKM 2011 
Tingkat Nasional Di Kaltim
IKM Elang Kalimantan Timur  Terbaik Pertama Kategori Model Elma
 
Tas Produk IKM Ikut Dipamerkan
 Acara Konvensi GKM-IKM 
Konvensi Gugus Kendali Mutu-Industri Kecil Menegah (GKM-IKM) tingkat Nasional  yang dilaksanakan di Kaltim sejak 14-16 Nopember 2011 dihadiri perwakilan 33 IKM  dari 33 Propinsi se-Indonesia. 
Dalam kegiatan konvensi GKM-IKM di Hotel Grand Senyiur Kota Balikpapan dengan kegiatan utama pemaparan risalah mulai dari pembuatan mesin industry kecil dan menengah juga teknis penggunaan mesin produksi, manajemen kendali mutu hasil produksi, manajemen pengelolaan usaha, peningkatan produksi dan pemasaran hasil produksi dan manajemen administrasi.
 
Pemotong Berbagai Makanan Produk IKM 
Ikut Lomba Dalam Konvensi GKM-IKM
Sebelum pemaparan GKM-IKM setiap perwakilan usaha kecil dan menegah dari masing-masing Propinsi, IKM telah menyampaikan risalahnya kepada juri. 

 
Hasil potongan produk makanan IKM
Dalam pemaparan melalui praktek sederhana di depan juri serta wawancara sebagai klarifikasi kesepadanan risalah IKM dengan pelaksanaan praktek sederhana, maka para juri mengetahui pengusaan mulai proses  pembuatan alat produksi hingga manajemen usaha dan hasil usaha serta potensi pemasaran hasil produksi barang masing-masing IKM.

Penetapan pemenang GKM-IKM terbaik oleh juri ditetapkan GKM murni. Ada  3 (tiga) poin model penilaian IKM yaitu penilaian Model PALDA, Model ELMA dan Model P3. GKM yang masuk nominasi dari Model Palda ada 4 (empat) unit usaha. Kemudian Model ELMA ada 2 (dua) unit usaha produksi IKM. Sedangkan nominator kategori Model P3 ada 3 (tiga) unit usaha IKM yang terpilih.
Masing-masing nominator dari Model Palda ada 9 (sembilan) unit usaha GKM-IKM. Nominator IKM terbaik dari Model Elma ada 4 unit usaha GKM-IKM.  Sedangkan nominator P3 ada 6 (enam) unit GKM-IKM
 
Pemintal tali dari serat tumbuhan buatan IKM 
ikut Konvensi GKM-IKM
Dari IKM yang masuk nominasi, kategori Model Palda ada 4 (empat) unit IKM terbaik yaitu IKM terbaik I Bintang Kalbar dari Prop Kalimantan Barat,  terbaik II yaitu IKM Epata dari Prop Papua, terbaik III IKM Bungong Kroud dari Prop Aceh, terbaik IV IKM Kajafar dari Prop Sumatera Barat.

Sedangkan Model Elma ada 2 (dua)  Terbaik I adalah IKM Elang Kalimantan Timur, terbaik II yaitu IKM Sutra Indah dari Kabupaten Wajo Propinsi Sulsel.

Model P3 ada 3 (tiga) unit IKM terbaik, masing-masing terbaik  I adalah IKM Barnama dari DKI Jakarta, terbaik II yaitu IKM Kalimasada dari Propinsi Jawa Timur dan terbaik III yakni IKM Wasaka dari Propinsi Kalimantan Selatan.

Semua GKM-IKM yang masuk nominasi selain mendapat Piagam Penghargaan dan dana bantuan pembinaan GKM-IKM diserahkan oleh Menteri Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi diwakili oleh Direktur Jenderal (Dirjen)  Direktorat Industri Kecil & Menengah Kemenperindagkop bersama Walikota Balikpapan Rizal Effendy. (Rick/Mgdr)
===========================================================================================
Hujan Deras Mengguyur Balikpapan 
Disertai Nyaringnya Guntur
Hujan deras kembali mengguyur kota Balikpapan sore hari Rabu 09 Nopember.  Namun, hujan deras disertai suara  guntur yang cukup kuat  kali ini  tidak mengakibatkan luapan air naik keatas jalan, khususnya sepanjang Jl.A Yani.
Derasnya aliran air hujan sepanjang drainase depan Puskib Gn Sari  Jl.A.Yani ini, ternyata dimanfaatkan oleh pemungut sampah bermotor. Seorang pemungut sampah usia beranjak dewasa ini dengan tenang ia memungut sampah-sampah plastic seperti botol,  gelas aqua dan sejenisnya yang terbawa oleh arus air hujan dalam drainase.
Hanya berselang 20 menit sang pemungut sampah botol aqua dan berbagai jenis plastic yang mengapung terbawa air behasil dia kumpulkan,  selanjutnya akan jual dan kembali menjadi barang daur ulang.
Selain sampah plastic, terlihat berbagai jenis sampah liar terbawa oleh arus air hujan didalam parit jalan. Ini memberi tanda-tanda sampah masyarakat masih banyak belum diamankan diwadahnya masing-masing , ketika hujan turun ikut larut masuk parit terbawa arus air hujan hingga ke drainase utama.
Terlihat sampah besar dan memanjang seperti potongan kayu papan dan kaso ikut menggelundung oleh air dalam drainase. Sampah ini, karena panjang dan lebar bisa memicu terhambatnya aliran air drainase  di tempat tertentu seperti dipusaran air dibawah jembatan dan persimpangan drainase, apalagi bila parit/drainase daerah hilir semakin mengecil, maka sampah-sampah lain bisa ngumpul sedikit demi sedikit karena terhalang oleh sampah-sampah yang memalang pada lebar drainase. 

Ada pemikiran bentuk masukan dari personil anggota Bela Negara Mangadar Pasaribu tentang antisipasi agar banjir mendadak tidak terjadi ketika hujan turun deras. Menurut anggota ini, Dinas kebersihan dan dinas terkait lainnya  perlu petugas khusus aktif dilapangan mengontrol parit/drainase utama dari sampah-sampah warga yang terbawa oleh arus air saat hujan terjadi di Balikpapan.  

Menurutnya, dengan adanya petugas dilapangan sehingga bisa mendeteksi serta mengetahui lebih akurat asal-usul sampah warga yang masih sering terikut dalam drainase/parit. 

 
Sang pemungut sampah mengais rejeki diatas air
Ditambah anggota BN ini, kemudian setelah hujan terjadi ternyata sampai esok harinya, beberapa jalan raya Balikpapan masih sering tergenang air hujan. Terutama jalan raya yang sudah memiliki trotoar. Menurutnya hal ini diakibatkan karena lobang-lobang aliran air trotoar ke parit tertutup oleh tanah dan pasir. Mestinya tukang sapu jalanan diberikan tugas termasuk membersihkan lobang-lobang ini agar air tidak tergenang diatas aspal berhari-hari. Air bilamana sering menggenangi jalan raya, tentu mempengaruhi kualitas aspal.


Bahkan ada keanehan, justru banyak lobang aliran air trotoar justru ditutupi dengan semen sehingga air tidak bisa mengalir ke parit. 

Kenapa lobang ditutup ?  Sepertinya menyimpang dari logika sehat ! Jika  sumber pemikiran penutupan lobang air ini agar proyek jalan  raya jalan terus alias agar selalu ada untuk dikerjakan, memang itu jawabannya yaitu  menutup lobang air  trotoar sehingga air menggenangi jalan raya, maka dapat dipastikan jalan raya pun cepat rusak. Proyek aspal/peningkatan jalan pun selalu ada  ?  (Tim)
=============================================================================================================
Ganti Rugi Tanah Warga RT.38 Damai 
Menunggu ABT Disahkan
Selasa , 2011-09-20 10:30:13
Rencana pembayaran ganti rugi lahan warga RT.38 Kelurahan Damai yang terkena lokasi proyek drainase Sungai Ampal, ketika Kabar Kaltim meminta pendapat dari wakil rakyat selaku pelaksana kontrol terhadap budgeting (APBD) sekaligus pelaksanaan kontrol pemerintahan daerah, jawaban wakil rakyat memberikan titik terang bagi warga.

Pasalnya, H. Sappe Ketua Komisi III DPRD Balikpapan ketika ditemui Kabar Kaltim Selasa (20/9) di ruang kerjanya menyampaikan “masalah ganti rugi ini kita (Komisi III) sudah fasilitasi dan sudah setujui bersama Pemkot dan warga tentang harga NJOP.
Namun menurut Ketua Komisi III ini warga harus bersabar karena dana APBD 2011 untuk pembangunan infrastruktur sudah habis digunakan. Jadi warga menunggu pembayaran pakai Anggaran Belanja Tambahan (ABT) setelah di sahkan, tandasnya”.
H.Sappe menambahkan, pihaknya sudah menyampaikan ke Pemkot berkas-berkas hasil keputusan rapat antara Komisi III DPRD bersama warga dengan Pemkot Balikpapan tentang NJOP disepakati agar ditindaklanjuti Pemkot.Ketua komisi ini  juga memberi kepastian melalui tugas kontrol dewan jika ABT sudah disahkan ganti rugi tersebut akan segera dibayarkan oleh Pemkot karena itu sudah kesepakatan, ujarnya.
 Namun ketika disinggung tentang pemberlakuan harga NJOP yang dikeluarkan KPP tahun 2010 melalui surat Kepala KPP No.S-50/WPJ-14/KP.0106/2011 sedikit berbeda dengan apa disampaikan oleh H.Sappe harga NJOP dengan tuntutan warga sesuai surat Kepala KPP yaitu klasifikasi pertama Rp1.573 ribu per meter perkan dan klasifikasi kedua Rp.335 ribu per meter perkan terjadi perbedaan selisi NJOP. Menurut H.Sappe, NJOP untuk pembayaran ganti rugi tanah warga disetujui dalam rapat bersama di kantor DPRD yaitu tanah yang masuk golongan/klasifikasi pertama harga disetujui Rp.1.300.000 lebih per m2 dan tanah klasifikasi kedua harga Rp.380.000,-/m2.
Ditambahkan H.Sappe, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Balikpapan seharusnya tidak boleh memberikan surat penjelasan tentang harga NJOP seperti ini kepada warga, ujarnya sambil menunjuk surat pemberitahuan KPP yang menjelaskan harga NJOP sesuai peta tanah yaituRp.1.573.000,-/m 2 dan Rp.335.000,-/m2. Tapi KPP mestinya memberi daftar harga NJOP. Lanjut wakil rakyat ini, karena menurutnya munculnya surat penjelasan NJOP ini mengakibatkan terjadi perbedaan harga yang disepakati sebelumnya tahun 2010. Surat penjelasan NJOP baru dari KPP terdapat kenaikan harga justru menimbulkan permasalahan, jelasnya. Sappe melanjutkan Pemkot akan membayarkannya sesuai NJOP yang telah disepakati, tandasnya.
Untuk mendapat kepastian tentang rencana pelaksanaan ganti rugi tanah warga RT.38 melalui dana ABT secara teknis yang akan dilaksanakan Pemkot Balikpapan, Kabar Kaltim mencoba menemui H.Arsyad selaku Kabag Perlengkapan Balikpapan.
Namun belum mendapat hasil konfirmasi sehubungann Kabag ini baru saja berangkat keluar daerah mengikuti Diklat Pim III sebagaimana disampaikan staffnya (20/9). Sedangkan Asiten I  Sekdakot Balikpapan H. Arpan  juga belum bisa dimintai keterangan sehubungan memimpin rapat di ruang asisten. 
Selanjutnya Kepala KPP Balikpapan untuk dimintai keterangan ditemui oleh Kabar Kaltim, saat dihubungi staffnya bagian verifikasi tanah ini via telepon ke ruang Kepaa KPP Teguh Pribadi Prasetya sedang tidak berada di ruang kerjanya. (P1000)
============================END=================================
Ada kesalahan di dalam gadget ini