MASA LALU

Ramadan & Idul Fitri 1438 H

PEMDESCAM






Pakai Media Kelambu Air

Penderita dan Korban Demam Berdarah Dengue Turun

Camat Balikpapan Selatan Haemusri Umar


MAJALAH BORNEO Online – Program kerja kantor Kecamatan Balikpapan Selatan Kota Balikpapan untuk mencegah terjangkit penyakit demam berdarah dengue dengan pendekatan menggunakan wadah kelambu air, setelah berjalan lima bulan terhitung Nopember 2016 hingga Maret 2017, berhasil menurunkan angka penderita dan korban meninggal dunia demam berdarah dengue warga  Kecamatan Balikpapan Selatan.

Hal ini terungkap yang disampaikan Camat Balikpapan Selatan Haemusri Umar ketika Majalah Borneo Online menanyakan hasil pelaksanaan penggunaan media kelambu air diatas penampang tempat penampung air di rumah-rumah warga.
Haemusri Umar yang ditemui media ini Senin (17/04/17)  di ruang kerjanya, mengatakan, “tingkat ekspansi menurun, trendnya juga bagus, daerah endemik yang sebelumnya luar biasa terjangkit penyakit demam berdarah dengue saat ini sudah turun”katanya.
Camat menambahkan, untuk mengetahui lebih dekat dimasyarakat, kita lakukan verifikasi daerah-daerah endemik. Kemudian, melihat dari kejadian rumah tangga. Dari proses kejadian dimana  jumlah penderita  demam berdarah dengue menurun, katanya.
Namun, walau tingkat penderita penyakit demam berdarah dengue menurun setelah pelaksanaan program pakai media kelambu air ini, pada triwulan pertama tahun 2017 masih terjadi korban meninggal dunia satu orang warga akibat penyakit demam berdarah dengue. Warga yang meninggal tersebut adalah warga Kelurahan Gunung Bahagia, ungkap Camat.
Menurut Camat, korban meninggal penderita  demam berdarah dengue tahun 2017 tersebut, diinformasikan Camat termasuk penanganan korban terlambat.  Menurutnya, jika segera dibawa berobat ke rumah sakit, korban masih bisa diselamatkan, kata Camat.
Hingga triwulan I (satu) tahun 2017 ini, warga Kecamatan Balikpapan Selatan sudah terjadi korban meninggal dunia sebanyak 6 (enam) orang akibat demam berdarah dengue. Lima orang sebelumnya meninggal di tahun 2016 lalu, dan satu orang warga meninggal setelah pelaksanaan program pencegahan terjangkitnya penyakit demam berdarah dengue dengan cara gunakan media kelambu air.  (nando)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PEMKOT BALIKPAPAN 
USULKAN PEMASANGAN LISTRIK GRATIS

BAGI RUMAH GAKIN
Wajah Nenek Masni  Gakin Ini Tampak Bebinar Sambil Mernunjuk Ke Arah Rumahnya
Ketika Mendengar Rumahnya Akan Dipasang Listrik Gratis Oleh Pemkot Balikpapan


MAJALAH BORNEO Online – Untuk memberdayakan warga miskin Kota Balikpapan, Pemkot Balikpapan adakan pasang listrik gratis bagi rumah warga miskin Kota Balikpapan.

Salah satunya rumah warga miskin diusulkan untuk pemasangan listrik gratis oleh Pemkot Balikpapan yakni rumah milik ibu Masni warga dusun Selili RT.42 Kelurahan Manggar Kecamatan Balikpapan Timur.
Kamis 23 Mei 2017 Kasubbid Pemerintahan Aparatur Ibu Rusdiana dan Kasubbid Kesejahteraan Rakyat Ibu Kartiini dari Kantor Bapeda Kota Balikpapan bersama Suwandi selaku Sekretaris  Camat Balikpapan Timur dan pegawai Kelurahan Manggar, tinjau ke lapangan untuk melihat langsung kondisi rumah nenek Masni warga gakin tersebut, yang akan diusulkan pemasngan listrik gratis.

Kondisi Rumah Nenek Masni (Gakin)
 Yang Diusulkan Pasang Listrik Gratis

Untuk bisa tiba di rumah nenek janda miskin berusia 71 tahun yang memiliki 6 orang putra-putri dan 20-an orang cucu tersebut, dengan segera Ketua RT.42 ibu Eti Murjati memandu perangkat pemkot menuju rumah gakin dimaksud. 
Setelah bertemu dengan ibu Masni istri Almarhum Muh Yusuf tersebut, diketahui kepemilikan tanah tempat berdirinya rumah nenek Masni berasal dari tanah hibah dari salah satu anggota keluarganya.

Setelah pihak Bappeda dan Sekcam Baltim serta pihak Keluarahan Manggar dan Ketua RT.42 dusun Selili mengetahui asal-usul tanah tempat berdirinya rumah nenek Masni, saat itu ketua RT.42 ibu Eti Murjati mengutarakan “karena dia kan Gakin memang sangat-sangat-sangatlah untuk diberikan bantuan pemasangan listrik gratis. Selama ini ibu Masni sambung listrik dari tetangga dan bayar tiap bulan”. Lanjutnya, jadi kami mohon kepastian, siapa tau dibelakang hari nanti diambil lagi kata ketua RT.42 sepertinya untuk memastikan apakah pemasangan listrik gratis bisa direalisasikan bagi gakin yang asal tanahnya dari hibah tersebut !
Perangkat Pemkot Balikpapan Bersama Ketua RT.42 dan Warga 
Foto Bersama Di Posyandu "Mawar Merah"  Dusun Selili
Usai Tinjau Lapangan Rumah Gakin Nenek Masni.

Untuk mempercepat dilakukan usulan pemasangan listrik gratis di rumah nenek Masni, pihak Kecamatan Balikpapan Timur melalui Suwandi meminta kepada nenek Masni maupun keluarganya untuk segera melengkapi surat-surat yang dibutuhkan oleh pihak Pemkot Balikpapan yakni Surat Keterangan Hibah Tanah dari pihak keluarga yang menghibahkannya beserta  kartu keluarga dan KTP nenek Masni.  

Dari data yang didapat Majalah Borneo Online, paling tidak ada 4 (empat) rumah Gakin di RT.42 yang diusulkan untuk pemasangan listrik gratis oleh Pemkot Balikpapan, dan telah dilakukan peninjauan lapangan. Keempat rumah Gakin dimaksud yaitu masing-masing rumah milik nenek Masni, rumah Ibu Wa Mula, rumah Wa Ambe dan rumah Made.

Kapan Bisa Realisasi ?

Informasi lain yang didapatkan oleh Majalah Borneo Online di lapangan, beberapa tahun sebelumnya pihak pemerintah daerah Kota Balikpapan sudah pernah meninjau ke lapangan dalam rangka mengusulkan beberapa unit rumah warga miskin mendapat perbaikan atau rehabilitasi secara gratis. Warga mengutarakan bukan saja pihak Pemkot Balikpapan yang telah mendata dan meninjau langsung rumah warga dimaksud di Kelurahan Manggar tersebut, bahkan telah dua kali diadakan peninjauan, ujar warga.

Sebut warga, juga pihak Pemprov Kaltim sudah juga turun lapangan tinjau lansung dan mengambil foto rumah gakin dimaksud. Namun, menurut warga ini tidak juga ada realisasinya hingga saat ini.

Warga ini juga mengatakan, jangan sampai terulang kembali tidak ada realisasi padahal sudah dilakukan peninjauan langsung ke, ungkap warga yang sangat akrab dengan urusan administrasi Pemkot Balikpapan ini. (dar)

---------------------------------------------------------------------------------------------
KECAMATAN BALSEL
LAKUKAN INOVASI BARU UNTUK PENGENDALIAN DBD
MAJALAH BORNEO Online – Salah satu program  Pemerintahan Kecamatan Balikpapan Selatan tahun 2016-2017 ini terkait dengan kesehatan masyarakat, yakni pencanangan  Pilot Project Pengendalian  Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Balikpapan Selatan Kota Balikpapan dengan Menggunakan Inovasi  “Kelambu Air” untuk mewujudkan “Kampung Bebas Jentik”.
Digulirkannya program DBD ini dibenarkan oleh Sekretaris Camat Kecamatan Balikpapan Selatan Muhammad Idris saat Majalah Borneo Online bertandang ke kantor Camat Balsel, Senin (20/02).
Saat dikonfirmasi, Muhammad Idris mengutarakan, “sebenarnya program ini di Rt-Rt sudah berjalan, tapi pencanangannya baru bisa kita laksanakan hari Kamis tanggal 16 Pebruari lalu”, kata Sekcam.
Lanjutnya, jadi target kita itu 5 (lima) Rt setiap kelurahan, ini yang menjadi pilot project. Kecamatan Balikpapan Selatan ada 7 (tujuh) kelurahan berarti ada 35 Rt yang menjadi pilot project. Namun, walau demikian Rt-Rt lain kita berharap juga mengikuti program ini, karena bebicara masalah nyamuk, sebaran nyamuk itu tidak hanya di lima Rt saja tapi bisa kemana-mana atau keseluruh wilayah, papar Muhammad Idris.
Menurut Sekcam Balsel, beberapa tahun terakhir ini Kecamatan Balikpapan Selatan paling banyak warganya yang terkena DBD setiap tahun. Juga semua wilayah kelurahan sudah endemis DBD, tambahnya.
Ditanya tentang program Kecamatan Balsel Pengendalian DBD menggunakan inovasi “Kelambu Air” ini, Sekcam Muhammad Idris menjelaskan, yang dimaksud dengan inovasi kelambu air yaitu menutup penampung/bak air menggunakan  bahan kelambu sehingga nyamuk tidak bisa masuk kedalam penampung air seperti drum dan lainnya.
Lebih jauh dijelaskan oleh Muhammad Idris, bahan kelambu yang telah dibagikan kepada warga melalui ketua Rt di masing-masing kelurahan itu bahannya berjenis nilon sehingga tidak meresap air dan tidak basah, ujarnya.
Ditambahkannya, menggunakan inovasi kelambu air ini lebih aman bagi warga kita, yang mana selama ini menggunakan abate yang berfungsi larvasidasi. Karena abate itu kan mengandung zat kimia mungkin selama ini ada juga warga yang tidak mau menggunakan abate.  Jadi warga bisa menyesuaikan menutup penampung/bak air dengan sejens kelambu, ujar Sekcam.
Untuk mensukseskan program Pengendalian DBD Dalam Rangka Mewujudkan “Kampoeng Bebas Jentik” ini, Sekcam juga mangutarakan program prinsip  3M yaitu Menguras Bak/Penampungan Air, Mengubur Sampah-sampah, dan Menutup Penampungan/Bak Air tetap harus dilaksanakan oleh warga karena program 3M ini merupakan bagian daripada pengendalian DBD, ungkap Sekcam.
Sebagai gambaran begitu berbahayanya DBD, diungkapkan oleh Sekcam Muhammad Idris,   selama tahun 2016 lalu ada 4 (empat) orang warga Kecamatan Balikpapan Selatan meninggal akibat DBD.
Pada kesempatan yang sama, Lurah Kelurahan Gunung Bahagia yang juga saat itu berada di ruang kerja Sekcam Balsel ini mengutarakan, selama ini program pengendalian DBD ini sebenarnya sudah ada polanya dan sudah jalan yaitu ada kader-kader jentik yang jalan keliling di lingkungan Rt-Rt, selain itu juga dalam setiap rumah tangga ditekankan 1 (satu) rumah tangga satu pengawas jentik. Pengawas jentik itu kalau bukan Bapaknya ya Ibunya, sebut Lurah. Jadi ini sebenarnya kita menjalankan inovasi baru, mungkin nanti labih efektif. Kalau ada lagi inovasi terbaru nanti ke depan mungkin juga bisa kita laksanakan, papar Lurah.  (dar)
-------------------------------------------------------------------------------------------
Dana Bagi Hasil Turun Drastis
Untuk Keseragaman Anggaran  Diputuskan Sistem Plafon
MAJALAH BORNEO  Online - Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Balikpapan Timur  untuk pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2017, diselenggarakan    di aula kantor  Camat Balikpapan Timur, Selasa (14/02/17). Musrenbang yang dihadiri empat lurah dibawah komando dan koordinasi Kecamatan Balikpapan Timur ini, juga hadir para pengurus LPM dari masing-masing kelurahan.
Saat Majalah Borneo  Online mengkonfirmasi seputar tentang hasil musrenbang di Kecamatan  Balikpapan Timur, Camat Sayid Iqbal Yahya mengatakan, “tahun 2017 ini musrenbang yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Balikpapan ini merupakan musrenbang yang paling berat, ujar Camat. Kenapa saya katakan paling berat, tanya Camat seraya menjawabnya, karena Balikpapan ini berdampak dari dana bagi hasil. Dana bagi hasil pusat itu kan turun drastis”, paparnya.
Camat Balikpapan Timur Kota Balikpapan 
 Sayid Iqbal Yahya
Tambah Camat, kalau kita lihat APBD kita tahun 2016, itu 3,2 triliun rupiah. Namun  tahun 2017 ditentukan hanya 1,8 triliun rupiah.  Anggaran tersebut sudah termasuk untuk melunasi hutang-hutang Pemerintah Kota kepada pihak ke-3 seperti pembayaran proyek-proyek tahun 2016 lalu sekitar 250 miliar rupiah yang harus diselesaikan tahun 2017 ini, tandasya.
Kemudian, lanjut Iqbal ada yang disebut “kurang salur” yaitu ada hutang Pemkot ke Pusat. Dimana ada anggaran lebih diluncurkan pusat ke Pemkot Balikpapan sebesar 115 miliar rupiah, itu harus dikembalikan Pemkot ke pusat tahun ini. Itu yang dihadapi Pemerintah Kota saat ini, dengan begitu tinggal berapa lagi anggaran APBD kita, kata Camat seraya bertanya.
Sementara itu diketahui media ini, dalam usulan musrembang yang dilakukan pihak kelurahan tahun-tahun sebelumnya, usulan pembiyan program dan kegiatan dari tahun ke tahun tidak sepenuhnya dapat dipenuhi dari APBD sehingga beban pembiayaan program dan kegiatan yang belum dilaksanakan membengkak di tahun 2017 ini. 
Oleh sebab itu tahun 2017 ini, disebut Camat demi keseragaman anggaran di masing-masing kelurahan, ditentukan sistem plafon untuk masing-masing kelurahan.
Salah satu perbedaan besar anggaran Kecamatan Balikpapan Timur untuk 4 (empat) kelurahan, dikatakan camat anggaran tahun 2016 lalu berfariasi, dan kita dibantu satu proyek jalan dan satu proyek drainase, ungkap Camat.
Menurut Camat Balikpapan Timur ini, untuk anggaran 2017 Pemkot menetapkan dengan sistem plafon yakni Kelurahan Manggar sebesar 1,2 miliar rupiah, Kelurahan Teritip sebesar 1,2 miliar  rupiah, Kelurahan Manggar Baru sebesar 1,2 miliar rupiah, dan Kelurahan Lamaru sebesar 1,1 miliar upiah. Jadi untuk empat kelurahan di Kecamatan Balikpapan Timur itu totalnya sekitar 4,8 miliar, sebut Iqbal.
Ketika ditayakan apakah plafon anggaran yang sudah ditentukan ini dapat dipenuhi melalui APBD Kota Balikpapan?, Camat Iqbal menjawabnya, itu harus, harus dapat dipenuhi Pemkot, karena  itu sudah keputusan, jawab Camat.  Tambahnya, seperti apa mekanismenya kita tidak tahu, namun itu sudah diputuskan untuk dikabulkan Pemkot, kata Camat.
Menurut Camat Balikpapan Timur ini, program dan kegiatan yang paling besar  ditiap kelurahan tahun 2017  rata-rata pembiayaan proyek-proyek pembangunan dibawah Rp.200 juta supaya bisa dibantu diluncurkan melalui Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan, jelasnya.
Ketika Majalah Borneo Online menanyakan tentang kehadiran para lurah saat musrenbang, Camat menyatakan keempat lurah dibawah garis komandonya semua hadir.  Pada kesempatan yang sama, Camat Balikpapan Timur ini juga menyampaikan, "saya memberi apresiasi tinggi kepada anggota dewan dapil Kecamatan Balikpapan Timur karena selama ini setiap musrenbang mereka selalu hadir.  Kalaupun musrembang kali ini, satu pun anggota dewan tidak ada yang hadir, itu karena dewan sedang mengadakan anjangsana keluar daerah saat ini", ungkap Camat.   (dar/monic)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

RAMADHAN - Bulan Penuh Berkah

IDUL FITRI 1437 H

IDUL FITRI 1437 H

IDUL FITRI DPRD KAB MAHULU